BAB 1 – APA YANG TERJADI DENGAN RUMAH KITA


{ Audio Youtube.com by http://navarr.me/ytaudio }  

APA YANG TERJADI DENGAN RUMAH KITA

17. Refleksi teologis dan filosofis tentang situasi umat manusia dan dunia dapat terasa melelahkan dan abstrak, jika tidak muncul dari konfrontasi dengan konteks saat ini, yang sarat akan hal-hal yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Jadi, sebelum mempertimbangkan bagaimana iman membawa dorongan dan tuntutan baru berkaitan dengan dunia kita bersama, saya usulkan berhenti sebentar untuk mempertimbangkan apa yang sedang terjadi dengan rumah kita bersama. 

18. Akselerasi terus-menerus dalam perubahan-perubahan yang menyangkut umat manusia dan planet ini, sekarang ini ditambah dengan intensifikasi irama hidup dan kerja yang dalam bahasa Spanyol disebut “rapidación” (percepatan). Meskipun perubahan adalah bagian dari dinamika sistem-sistem yang kompleks, kecepatan yang sekarang dipaksakan kepadanya oleh aktivitas manusia, berkontras dengan kelambanan alamiah evolusi biologis. Selain itu, tujuan perubahan yang cepat dan konstan ini tidak selalu diarahkan kepada kesejahteraan umum atau kepada pembangunan manusiawi yang integral dan berkelanjutan. Perubahan adalah sesuatu yang diinginkan, namun menjadi sumber kecemasan ketika itu menyebabkan kerugian untuk dunia dan untuk kualitas hidup sebagian besar umat manusia.

19. Setelah suatu periode keyakinan yang tidak rasional akan kemajuan dan akan kemampuan manusia, sebagian masyarakat sekarang sedang memasuki fase kesadaran yang lebih kritis. Kita melihat kepekaan terhadap lingkungan dan perlindungan alam meningkat, bersamaan dengan kekhawatiran yang tulus dan sedih terhadap apa yang sedang terjadi pada planet kita. Mari kita meninjau, tentu tidak lengkap, pertanyaan-pertanyaan yang saat ini mengganggu kita dan tidak lagi dapat kita sembunyikan.
Tujuannya bukan untuk mengumpulkan informasi atau memuaskan rasa ingin tahu kita, tetapi dengan sedih menjadi sadar akan apa yang sedang terjadi pada dunia, dan berani menjadikannya penderitaan kita sendiri; dan dengan demikian menemukan sumbangan apa yang dapat diberikan oleh kita masing-masing.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *