Bab 3.1 – TEKNOLOGI: KREATIVITAS DAN KUASA

 

Lanjutan Bab 3.

I.   TEKNOLOGI: KREATIVITAS DAN KUASA.

102. Umat manusia telah memasuki era baru dengan kekuatan teknologi yang menempatkan kita di persimpang- an jalan. Kita mewarisi hasil dua abad gelombang peru- bahan yang sangat besar: mesin uap, kereta api, telegraf, listrik, mobil, pesawat terbang, industri kimia, obat-obatan modern, teknologi informasi, dan baru-baru ini revolusi digital, robot, bioteknologi dan nanoteknologi. Tepatlah untuk bersukacita atas kemajuan ini, dan bersemangat dengan peluang-peluang besar yang terus dibuka bagi kita oleh hal-hal yang baru itu, karena “ilmu pengetahuan dan teknologi adalah hasil yang indah dari kreativitas manusia, yang  diberikan  Al-lah”.   Transformasi  alam  untuk  tujuan yang berguna menjadi karakteristik umat manusia sejak awal; teknologi “mengungkapkan kecondongan akal budi manusia untuk mengatasi keterbatasan materi setahap demi setahap”.  Teknologi telah membantu mengatasi hal- hal buruk yang tak terhitung jumlahnya yang menghambat dan membatasi manusia. Bagaimana kita tidak akan menghargai dan mensyukuri kemajuan teknologis itu, terutama di bidang kedokteran, teknik, dan komunikasi? Dan bagaimana kita tidak akan mengakui upaya banyak ilmuwan dan teknisi yang telah menghasilkan pelbagai alternatif untuk pembangunan  berkelanjutan?

103. Ilmu teknik yang diarahkan dengan baik, dapat meng- hasilkan sarana yang sungguh berharga untuk meningkat- kan kualitas hidup manusia, mulai dari peralatan rumah tangga yang bermanfaat hingga sarana-sarana raksasa berupa sistem transportasi, jembatan, bangunan, tempat umum. Ilmu teknik juga mampu menghasilkan hal-hal yang indah dan membantu manusia yang tenggelam dalam dunia materi untuk melompat ke dalam dunia kesenian. Siapa yang bisa menyangkal keindahan pesawat terbang, atau sejumlah pencakar langit? Karya seni dan musik sekarang memanfaatkan teknologi baru. Jadi, dalam keindahan yang dikejar oleh mereka yang menggunakan instrumen teknis baru dan dalam permenungan atas keindahan tersebut, ter- jadi lompatan menuju kepenuhan kemanusiaan yang khas.

104. Namun harus juga diakui bahwa energi nuklir, bioteknologi, teknologi informatika, pengetahuan tentang DNA kita sendiri, dan kemampuan-kemampuan lainnya yang telah kita peroleh, memberi kita kekuasaan yang luar biasa. Lebih tepat, semuanya itu memberikan kekuasaan yang memesona atas seluruh umat manusia dan seluruh dunia bagi mereka yang memiliki pengetahuan, terutama kekuatan ekonomis untuk menerapkannya. Belum pernah umat manusia memiliki kekuasaan yang begitu besar atas dirinya sendiri; dan tidak ada jaminan bahwa itu akan selalu digunakan dengan baik, terutama bila kita mem- perhatikan bagaimana itu saat ini sedang digunakan. Ingat saja bom atom yang dijatuhkan di pertengahan Abad XX, dan pengembangan teknologi yang diperlihatkan oleh Nazisme, komunisme dan rezim totaliter lainnya untuk memusnahkan jutaan orang. Dan jangan lupa bahwa perang saat ini membawa persenjataan yang sangat mematikan. Kekuasaan begitu besar terdapat di tangan siapa, dan dapat jatuh ke tangan yang mana? Sangat membahayakan bahwa itu menjadi milik sebagian kecil umat manusia.

105. Ada kecenderungan  untuk  percaya  “bahwa  setiap peningkatan kekuasaan, dengan sendirinya membawa ‘kemajuan’ dan peningkatan dalam hal keamanan, faedah, kesejahteraan, daya hidup, keutuhan nilai-nilai”,   seolah- olah kenyataan, kebaikan, dan kebenaran otomatis mengalir dari kekuatan teknologi dan ekonomi itu sendiri. Faktanya   adalah   “manusia   modern   belum   menerima pendidikan yang diperlukan untuk menggunakan kekua- saannya dengan baik”,   karena kemajuan besar teknologi belum disertai dengan pengembangan manusia dalam hal tanggung jawab, nilai-nilai, dan hati nurani. Setiap zaman condong kurang menyadari keterbatasannya sendiri. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa manusia sekarang tidak memahami beratnya tantangan yang dihadapi saat ini, dan bahwa “kemungkinan bahwa manusia menyalahgunakan kekuasaannya,    bertambah    besar”    ketika    “tidak    ada norma-norma kebebasan, tetapi orang mengira hanya membutuhkan  manfaat  dan  keamanan”.    Manusia  tidak sepenuhnya otonom. Kebebasan manusia memudar ketika menyerahkan diri kepada kekuatan buta dorongan bawah sadar, kebutuhan langsung, keegoisan, dan kekerasan. Dalam hal ini, manusia tidak terlindung dari kekuasaannya sendiri yang terus meningkat, tanpa ada sarana untuk mengontrolnya. Ia mungkin memiliki beberapa mekanisme yang dangkal, tetapi kita tidak dapat mengklaim bahwa manusia saat ini memiliki etika yang kuat, budaya dan spiritualitas yang benar-benar menetapkan batas-batas dan mencerahkan dia untuk menahan  diri.




Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *