Bab 5.2 – DIALOG UNTUK KEBIJAKAN BARU NASIONAL DAN LOKAL

Untuk Android :

Untuk PC :

Lanjutan Bab 5.

II.  DIALOG UNTUK KEBIJAKAN BARU NASIONAL DAN LOKAL.

176. Pemenang  dan  pecundang bukan hanya ada diantara negara-negara, tetapi juga di dalam negara-negara yang miskin, di mana tanggung jawab yang berbeda harus diidentifikasi. Karena itu, masalah-masalah yang berkaitan dengan lingkungan dan pembangunan ekonomi tidak lagi bisa didekati hanya dari sudut perbedaan antara negara- negara, tetapi menuntut juga agar perhatian diberi kepada kebijakan nasional dan lokal.

177. Mengingat kemungkinan bahwa kemampuan manu- sia digunakan secara tak bertanggung jawab, setiap negara mempunyai tugas kewajiban untuk merencanakan, mengoordinasikan, mengawasi dan memberi sanksi. Bagai- mana masyarakat merencanakan dan melindungi masa depannya dalam konteks teknologi yang terus dibaharui? Satu faktor yang berperan penting sebagai pemandu adalah hukum yang menetapkan aturan perilaku yang dapat diterima dalam perspektif kesejahteraan umum. Batas- batas yang perlu ditetapkan oleh suatu masyarakat yang sehat, matang, dan berdaulat, berkaitan dengan pandangan ke depan dan kewaspadaan, pengaturan yang wajar, peman- tauan penerapan norma-norma, perang melawan korupsi, tindakan untuk mengontrol efek samping proses-proses produksi, dan intervensi yang tepat terhadap risiko yang tidak pasti atau potensial. Ada yurisprudensi yang makin berkembang berkaitan dengan pengurangan polusi akibat kegiatan bisnis. Tetapi kerangka politik dan kelembagaan tidak hanya ada untuk menghindari praktik-praktik yang buruk, tetapi juga untuk mendorong praktik-praktik yang baik, merangsang kreativitas yang mencari cara-cara baru, dan memfasilitasi inisiatif pribadi dan kolektif.

178. Politik yang mengejar hasil langsung, yang juga didukung oleh penduduk yang konsumeristis, memaksa untuk menghasilkan pertumbuhan dalam jangka pendek. Menanggapi kepentingan pemilu, pemerintah tidak akan mudah mengambil risiko untuk tidak menyenangkan penduduk dengan langkah-langkah yang dapat mempe- ngaruhi tingkat konsumsi atau membahayakan investasi asing. Cara berpikir kekuasaan yang hanya melihat yang dekat, menyebabkan agenda lingkungan yang berpan- dangan jauh tidak cepat masuk ke dalam agenda publik pemerinta Kita lupa bahwa “waktu lebih penting daripada ruang”. bahwa  kita  selalu  lebih  efektif  ketika  kita  giat mengembangkan proses-proses daripada berpegang pada posisi kekuasaan. Kebesaran politik terungkap ketika, di masa-masa yang sulit, orang bekerja berdasarkan prinsip- prinsip utama dan memikirkan kesejahteraan umum jangka panjang. Sangat sulit bagi kekuasaan politik untuk mene- rima kewajiban ini dalam proyek pembangunan bangsa.

178. Di beberapa tempat dikembangkan koperasi untuk mengeksploitasi sumber energi yang terbarukan, yang memungkinkan swasembada lokal, dan bahkan penjualan surplus Contoh sederhana ini menunjukkan bahwa kalangan lokal dapat mengubah situasi, sementara tatanan dunia sekarang tidak mampu mengemban tanggung jawabnya. Memang, pada tingkat lokal ini orang dapat membangkitkan rasa tanggung jawab yang lebih besar, rasa kebersamaan yang kuat, kemampuan khusus untuk merawat, dan kreativitas yang lebih murah hati, cinta yang mendalam akan tanahnya; di situ pun, orang berpikir tentang apa yang akan ditinggalkan untuk anak-cucu. Nilai- nilai tersebut mempunyai akar kuat dalam masyarakat adat. Karena hukum kadang-kadang ternyata tidak cukup akibat adanya korupsi, maka keputusan politik harus didesak oleh tekanan publik. Masyarakat, melalui organisasi non-pemerintah dan asosiasi perantara, harus memaksa pemerintah untuk mengembangkan peraturan, prosedur, dan kontrol yang lebih ketat. Jika warga tidak memantau kuasa politik nasional, regional dan kota pemantauan kerusakan lingkungan tak mungkin berjalan. Selanjutnya, hukum-hukum lokal dapat lebih efektif jika ada kesepakatan antara beberapa masyarakat tetangga untuk mendukung kebijakan lingkungan yang sama.

180. Tidak ada  resep-resep  yang  seragam,  karena  tiap negara atau wilayah memiliki masalah dan keterbatasan tersendiri. Juga benar bahwa realisme politik dapat meminta langkah dan teknologi transisi, asalkan selalu disertai perencanaan komitmen yang mengikat dan pelaksanaannya secara bertahap. Pada tingkat nasional maupun lokal masih banyakyangharusdilakukan, misalnya, mendorong bentuk- bentuk penghematan energi. Ini berarti memajukan bentuk- bentuk produksi dengan efisiensi energi yang maksimal dan penggunaan bahan baku yang lebih sedikit, menarik dari pasar produk-produk yang kurang hemat energi atau lebih mencemari. Dapat disebutkan pula manajemen transportasi yang baik, dan membangun atau memperbaiki gedung dengan cara mengurangi konsumsi energi dan tingkat polusi. Selain itu, aktivitas politik di tingkat lokal juga  bisa diarahkan kepada variasi konsumsi, pengembangan ekonomi sampah dan daur ulang,  perlindungan  spesies, dan diversifikasi pertanian dengan program rotasi tanaman. Pertanian di daerah miskin dapat ditingkatkan melalui investasi dalam infrastruktur pedesaan, dalam perbaikan pasar lokal atau nasional, dalam sistem irigasi, dan dalam pengembangan teknik pertanian berkelanjutan. Dapat diberi kemudahan kepada bentuk-bentuk koperasi atau organisasi masyarakat yang mewakili kepentingan petani kecil dan melindungi ekosistem lokal terhadap kehancuran. Sungguh banyak yang dapat dilakukan.

181. Kesinambungan sangat penting, karena kebijakan yang berkaitan dengan perubahan iklim dan pelestarian lingkungan tidak dapat diubah dengan setiap pergantian pemerintah. Hasilnya memakan waktu yang lama dan langsung menuntut pengeluaran yang tidak menghasilkan efek yang nyata pada periode pemerintah yang bersangkutan. Itu sebabnya, kalau tidak ada tekanan dari  masyarakat serta lembaga-lembaganya, penguasa akan selalu enggan mengadakan intervensi, lebih-lebih ketika ada hal-hal mendesak yang harus dihadapi. Bahwa seorang politisi mengemban tanggung jawab tersebut bersama dengan biaya yang diperlukan, tidaklah serasi dengan pola pikir efisiensi dan hasil jangka pendek yang mencirikan ekonomi dan politik saat ini; tetapi jika ia berani melakukannya, ia akan menemukan kembali martabat yang Al-lah berikan kepadanya sebagai manusia, dan ia akan meninggalkan dalam sejarah suatu kesaksian tentang tanggung jawab yang murah hati. Kita harus memberikan prioritas tinggi kepada politik yang sehat, yang mampu  mengadakan  reformasi dan koordinasi lembaga-lembaga, dan menjadikannya operasional sehingga dapat mengatasi pelbagai tekanan dan kelumpuhan birokrasi. Namun, kita harus menambahkan bahwa mekanisme terbaik akhirnya gagal  ketika  tidak  ada tujuan-tujuan yang agung, nilai-nilai, pemahaman  yang humanis dan penuh makna, yang memberi setiap masyarakat sebuah orientasi yang mulia dan murah hati.




Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *