Bab 5.3 – DIALOG DAN TRANSPARANSI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

Untuk Android :


Untuk PC :

Lanjutan Bab 5.

III. DIALOG DAN TRANSPARANSI DALAM  PENGAMBILAN KEPUTUSAN.

182. Penilaian dampak aneka usaha dan proyek terhadap lingkungan menuntut suatu proses politik yang transparan dan berupa dialog, sementara korupsi yang demi keuntungan tertentu menyembunyikan dampak nyata sebuah proyek terhadap lingkungan, biasanya menghasilkan perjanjian-perjanjian semu yang dicapai dengan menahan informasi dan mengelak dialog yang luas.

183. Sebuah analisis mengenai dampak lingkungan seharusnya tidak baru diadakan setelah rancangan sebuah proyek produksi atau salah satu kebijakan, rencana, atau program sudah dibuat. AMDAL ini harus diikutsertakan dari awal dan dikembangkan secara interdisipliner, transparan, dan independen dari segala tekanan politik atau ekonomi. Ini harus dikaitkan dengan suatu pengkajian tentang kondisi kerja dan tentang efek yang mungkin terjadi, antara lain, pada kesehatan fisik dan mental masyarakat, pada ekonomi lokal, pada keselamatan. Dengan demikian, keuntungan ekonomis dapat diperkirakan lebih realistis, dengan mempertimbangkan skenario-skenario yang dapat terjadi, dan mengantisipasi kemungkinan perlunya investasi yang lebih besar untuk mengoreksi efek-efek yang tidak diinginkan. Selalu perlu dicapai konsensus antara aktor-aktor sosial yang berbeda, yang dapat menawarkan perspektif, solusi dan alternatif yang berbeda. Penduduk setempat harus mendapat tempat khusus di meja diskusi; mereka prihatin akan apa yang mereka inginkan untuk dirinya sendiri dan anak-anak mereka, dan dapat mempertimbangkan tujuan- tujuan yang melampaui kepentingan ekonomis langsung. Kita harus melepaskan gagasan “intervensi” terhadap lingkungan, dan mengembangkan kebijakan-kebijakan yang dipikirkan dan didiskusikan oleh semua pihak yang berkepentingan. Partisipasi mensyaratkan bahwa semua menerima informasi yang memadai tentang berbagai aspek dan juga berbagai risiko dan peluang; ini meliputi bukan hanya keputusan awal sebuah proyek tetapi juga berbagai tindakan lanjutan dan pemantauan yang tetap. Dibutuhkan kejujuran dan kebenaran dalam diskusi ilmiah dan politis, tanpamembatasi diri padapertimbanganapayang diizinkan atau tidak oleh undang-undang.

184. Ketika menghadapi risiko untuk lingkungan yang dapat mempengaruhi kesejahteraan umum sekarang dan di masa depan, harus dibuat “keputusan yang didasarkan pada perbandingan antara risiko dan manfaat yang diperkirakan untuk setiap alternatif yang dapatdipilih”. Hal ini terutama berlaku jika sebuah proyek dapat menyebabkan peningkatan penggunaan sumber daya, peningkatan emisi atau produk limbah, produksi sampah, atau perubahan signifikan terhadap lanskap, habitat spesies yang dilindungi, atau ruang Beberapa proyek yang tidak dianalisis secara memadai, dapatsangatmempengaruhi kualitas hidupdalam suatu daerah karena berbagai alasan, seperti kebisingan yang tak terduga, pengurangan panorama, hilangnya nilai- nilai budaya, efek-efek penggunaan energi nuklir. Budaya konsumeris yang mengutamakan jangka pendek dan kepentingan pribadi, dapat mendorong prosedur yang terlalu cepat atau membolehkan penyembunyian informasi.

184. Dalam setiap diskusi tentang suatu usaha baru, serangkaian pertanyaan harus diajukan untuk melihat apakah, atau tidak, usaha itu akan menyumbang kepada pembangunan yang benar-benar integral: Untuk apa? Mengapa? Di mana? Kapan? Bagaimana? Untuk siapa? Apa risikonya? Berapa biayanya? Siapa yang akan  membayar biaya itu dan bagaimana ia akan melakukannya? Dalam evaluasi ini, pertanyaan-pertanyaan tertentu harus diprio- ritaskan. Sebagai contoh, kita tahu bahwa air adalah sumber daya terbatas dan sangat diperlukan, dan akses kepada air merupakan hak dasar, syarat untuk pelaksanaan hak-hak manusia lainnya. Hal yang tak terbantahkan ini adalah yang terpenting dalam seluruh pengkajian mengenai dampak ekologis pada suatu daerah.

186. Dalam Deklarasi Rio tahun 1992, dikatakan: “Di mana ada ancaman kerusakan serius atau permanen, ketiadaan kepastian ilmiah penuh tidak boleh menjadi alasan untuk menunda  mengambil   langkah-langkah   efektif ” yang mencegah degradasi Prinsip kehati-hatian ini memungkinkan untuk melindungi mereka yang paling lemah, yang hampir tidak memiliki kemampuan untuk membela kepentingan mereka dan mengajukan bukti tak terbantahkan. Jika informasi yang objektif menunjukkan bahwa akan terjadi kerusakan serius dan permanen, meskipun tidak ada bukti yang tak terbantahkan, proyek harus dihentikan atau diubah. Dengan demikian, beban pembuktian dibalikkan, karena dalam kasus itu harus diajukanbukti objektif dantak terbantahkanbahwa kegiatan yang diusulkan tidak akan mengakibatkan kerusakan serius pada lingkungan atau orang-orang yang tinggal di sana.

187. Ini tidak berarti bahwa kita harus menentang segala inovasi teknologi yang meningkatkan kualitas hidup penduduk. Tetapi dalam hal apapun, harus selalu ditegaskan bahwa laba tidak boleh menjadi satu-satunya kriteria yang diperhitungkan, dan, ketika ada perkembangan informasi yang menambah unsur-unsur kritis, harus diadakan evaluasi baru dengan partisipasi dari semua pihak yang berkepentingan. Diskusi itu dapat menghasilkan keputus- an untuk tidak melanjutkan proyek, mungkin juga peru- bahannya, atau pengembangan proposal alternatif.

188. Dalam diskusi tentang masalah-masalah lingkungan tertentu tidak mudah untuk mencapai konsensus. Saya ulangi sekali lagi bahwa Gereja tidak berpretensi untuk menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan ilmiah atau meng- ambil alih politik, tetapi saya mengundang untuk berdialog yang jujur dan transparan, agar ideologi dan kepentingan tertentu tidak merugikan kesejahteraan umum.




Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *