BAB 3 – Jawaban Manusia kepada Allah.

PENGAKUAN IMAN.

SEKSI SATU – Aku Percaya – Kami Percaya.

BAB TIGA – Jawaban Manusia kepada Al-lah.

AKU PERCAYA

25. Bagaimana manusia menjawab Al-lah yang mewahyukan Diri-Nya?,
Denganbantuan rahmat ilahi, kita menjawab Al-lah dengan ketaatan iman, yang berarti penyerahan diri kita kepada Al-lah secara penuh dan menerima kebenaran- Nya sebagaimana dijamin oleh Dia, sang Kebenaran sejati.

26. Siapa saksi-saksi utama ketaatan iman dalam Kitab Suci?,
Ada banyak saksi-saksi macam itu, secara khusus kita melihat dua. Yang pertama, Abraham, ketika mengalami ujian, dia tetap ”percaya kepada Al-lah” (Roma 4:3) dan selalu taat kepada panggilan-Nya. Karena itulah Abraham disebut ”Bapa kaum beriman” (Roma 4:11.18). Contoh yang kedua, Santa Perawan Maria yang seluruh hidupnya menjadi kesaksian sempurna ketaatan iman: ”Terjadilah padaku menurut perkataanmu” (Lukas 1:38).

27. Apa artinya percaya kepada Al-lah bagi seseorang dalam praktek hidupnya?,
Artinya, setia kepada Al-lah, mempercayakan hidup kepada-Nya, dan meng- amini semua kebenaran yang diwahyukan Al-lah karena Al-lah adalah Kebenaran. Ini berarti percaya kepada satu Al-lah dalam tiga Pribadi, yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

28. Apa ciri-ciri iman?,
Iman adalah keutamaan adikodrati yang mutlak perlu bagi keselamatan. Iman adalah anugerah cuma-cuma dari Al-lah dan tersedia bagi semua orang yang dengan rendah hati mencarinya. Tindakan iman adalah tindakan manusiawi, yaitu tindakan dari intelek manusia – terdorong oleh kehendak yang digerakkan oleh Al-lah – yang dengan bebas mengamini kebenaran ilahi. Iman juga pasti karena mempunyai dasar pada Sabda Al-lah, iman bekerja ”oleh kasih” (Gal 5:6); dan iman berkembang te- rus-menerus dengan mendengarkan Sabda Al-lah dan doa. Dengan iman, bahkan sekarang ini juga, orang mencecap kegembiraan surga.

29. Mengapa tidak ada kontradiksi antara iman dan ilmu?,
Walaupun iman itu mengatasi akal budi, tidak pernah ada kontradiksi antara iman dan ilmu karena kedua-duanya berasal dari Al-lah. Al-lah sendirilah yang memberikan, baik terang akal budi maupun terang iman kepada kita.

KAMI PERCAYA,

30. Mengapa iman itu tindakan pribadi dan sekaligus gerejawi?
Iman adalah tindakan pribadi sejauh menjadi jawaban bebas pribadi manu- siawi kepada Al-lah yang mewahyukan Diri-Nya. Tetapi, sekaligus merupakan tindakan gerejawi yang mengungkapkan dirinya dalam pengakuan ”Kami percaya”. Kenyataannya, Gerejalah yang percaya, dan dengan rahmat Roh Kudus, Gereja mendahului, memunculkan, dan memperkembangkan iman setiap orang Kristen. Karena alasan inilah Gereja adalah Bunda dan Guru.

”Tak seorang pun dapat mempunyai Al-lah sebagai Bapa 2 jika tidak mempunyai Gereja sebagai Bunda” – (Santo Siprianus).

31. Mengapa rumusan iman itu penting?,
Rumusan iman itu penting karena dengannya orang beriman dapat meng- ungkapkan, menghayati, merayakan, dan saling berbagi kebenaran-kebenaran iman bersama dengan orang beriman lainnya melalui satu bahasa yang sama.

32. Mengapa iman Gereja itu hanya satu?,
Gereja, walaupun terdiri dari banyak orang dari macam-macam bahasa, budaya, dan ritus, mengakui satu iman dalam kesatuan suara; iman yang diterima dari satu Al-lah dan diwariskan oleh satu Tradisi Apostolik. Gereja hanya mengakui satu Al-lah, Bapa, Putra, dan Roh Kudus, dan menunjuk pada satu jalan keselamatan. Karena itu, kita percaya dengan satu hati dan satu jiwa semua yang terdapat dalam Sabda Al-lah, diwariskan langsung atau ditulis, dan diakui oleh Gereja sebagai wahyu ilahi.