Bag. 3 – Seksi 1 – Bab 1 – MARTABAT PRIBADI MANUSIA

Bagian 3 – Seksi 1 – Bab 1 – MARTABAT PRIBADI MANUSIA.

357. Bagaimana kehidupan moral Kristen berhubungan dengan iman dan Sakramen?
Apa yang diakui dalam pengakuan iman disampaikan oleh Sakramen-Sakramen. Melalui Sakramen-Sakramen, orang beriman menerima rahmat Kristus dan anugerah-anugerah Roh Kudus yang membuat mereka mampu mengalami kehidupan baru sebagai anak-anak Al-lah dalam diri Kristus yang mereka terima dalam iman.

“Hai orang-orang Kristen, kenalilah martabatmu”. (Santo Leo Agung)

BAB SATU – MARTABAT PRIBADI MANUSIA.

Manusia Gambaran Al-lah.

358. Apa akar martabat manusia?
Martabat pribadi manusia berakar pada penciptaannya menurut gambar dan rupa Al-lah. Dilengkapi dengan jiwa yang spiritual dan tak dapat mati, intelek dan kehendak bebas, pribadi manusia terarah kepada Al-lah dan dipanggil untuk kebahagiaan kekal dalam jiwa dan badannya.

PANGGILAN KITA UNTUK KEBAHAGIAAN

359. Bagaimana kita mencapai kebahagiaan?
Kita mencapai kebahagiaan melalui jasa rahmat Kristus yang membuat kita ambil bagian dalam kehidupan ilahi. Dalam Injil, Kristus menunjukkan kepada para pengikut-Nya, jalan menuju kepada kebahagiaan abadi: Sabda Bahagia. Rahmat  Kristus juga bekerja dalam diri setiap orang yang mengikuti suara hatinya yang benar, mencari dan mencintai kebenaran dan kebaikan serta menghindari yang jahat.

360. Mengapa Sabda Bahagia itu penting bagi kita?
Sabda bahagia merupakan inti pewartaan Yesus. Sabda itu melaksanakan dan memenuhi janji yang dibuat Al-lah sejak Abraham. Sabda itu melukiskan wajah Yesus dan menjadi ciri hidup Kristen yang autentik, serta menunjukkan tujuan akhir hidup manusia, yaitu kebahagiaan abadi.

361. Apa hubungan antara Sabda Bahagia dan kerinduan kita akan keba- hagiaan?
Sabda Bahagia menjawab kerinduan asali akan kebahagiaan yang diletakkan Al-lah ke dalam hati manusia untuk menarik kita kepada-Nya. Hanya Al-lah yang dapat memuaskan kerinduan ini.

362. Apa kebahagiaan abadi itu?
Ialah memandang Al-lah dalam kehidupan kekal saat kita sepenuhnya ”mengambil bagian dalam kodrat ilahi” (2Ptr 1:4), dalam kemuliaan Kristus dan kegembiraan hidup Tritunggal. Kebahagiaan ini melampaui kemampuan manusia, merupakan anugerah adikodrati dan cuma-cuma dari Al-lah seperti halnya rahmat yang menuntun ke arahnya. Kebahagiaan yang dijanjikan ini menantang kita untuk membuat pilihan moral yang tegas berkenaan dengan hal- hal duniawi, dan mendorong kita untuk mencintai Al-lah di atas segala-galanya.

KEBEBASAN MANUSIA

363. Apakah kebebasan itu?
Kebebasan adalah kemampuan yang diberikan Al-lah untuk bertindak atau tidak bertindak, untuk melakukan ini atau itu, dan dengan demikian melaksanakan tindakan yang sudah dipertimbangkan dan atas tanggung jawab sendiri. Kebebasan merupakan ciri tindakan manusia. Semakin seseorang itu melakukan yang baik, semakin bebaslah dia. Kebebasan mencapai kesempurnaannya jika diarahkan kepada Al-lah, Kebaikan tertinggi dan Kebahagiaan kita. Kebebasan juga berarti kemungkin-an untuk memilih antara yang baik dan yang jahat. Pilihan akan yang jahat merupa- kan penyalahgunaan kebebasan dan akan berujung pada perbudakan dosa.

364. Apa hubungan antara kebebasan dan tanggung jawab?
Kebebasan membuat orang bertanggung jawab terhadap tindakannya sejauh tindakan itu dikehendaki, bahkan walaupun kesalahan dan tanggung jawab dari suatu tindakan dapat berkurang atau kadang-kadang malah ditiadakan karena ketidaktahuan, kelalaian, paksaan dengan kekerasan, ketakutan, kelekatan yang tidak teratur, atau kebiasaan.

365. Mengapa setiap orang mempunyai hak untuk melaksanakan kebe- basannya?
Melaksanakan kebebasan adalah hak setiap orang karena kebebasan itu tidak  terpisahkan dari martabatnya sebagai pribadi manusia. Karena itu, hak ini harus selalu dihormati, khususnya yang menyangkut hal-hal moral dan religius, dan kebebasan ini harus diakui dan dilindungi oleh otoritas sipil dalam batas-batas kebaikan umum dan tatanan publik yang adil.

366. Di mana tempat kebebasan manusia dalam rencana keselamatan?
Kebebasan kita menjadi lemah karena dosa asal. Kelemahan ini menjadi lebih berat lagi karena dosa-dosa yang dilakukan sesudahnya. Tetapi, Kristus membebaskan kita ”supaya kita sungguh-sungguh merdeka” (Galatia 5:1). Berkat rahmat-Nya, Roh Kudus membimbing kita ke arah kebebasan spiritual untuk menjadikan kita teman sekerja dengan-Nya dalam Gereja dan dunia.

367. Apa sumber-sumber moralitas tindakan manusia?
Moralitas tindakan manusia tergantung dari tiga sumber: objek yang dipilih, apakah berupa kebaikan sejati atau semu, intensi dari subjek yang melakukan tindakan, yaitu tujuan yang dimaksud oleh subjek dalam melaksanakan tin- dakannya, dan konteks yang berkenaan dengan tindakan itu, termasuk juga kon- sekuensinya.

368. Kapan suatu tindakan itu baik secara moral?
Suatu tindakan itu baik secara moral jika mencakup sekaligus kebaikan dari objek, tujuan, dan konteksnya. Objek yang dipilih dapat menyebabkan tindakan  itu buruk seluruhnya (secara moral), bahkan walaupun intensinya baik. Tidaklah bisa dibenarkan melakukan suatu kejahatan agar kebaikan dapat muncul darinya. Tujuan yang jahat merusak tindakan, bahkan walaupun objeknya itu baik pada dirinya sendiri. Di lain pihak, tujuan yang baik tidak membuat suatu tindakan itu baik jika objek tindakan itu buruk karena tujuan tidak menghalalkan sarana. Keadaan konteks dapat menambah atau mengurangi tanggung jawab seseorang yang melakukan tindakan, tetapi tidak dapat mengubah kualitas moral tindakan itu sendiri. Konteks tidak pernah dapat membuat suatu tindakan yang buruk pada dirinya sendiri menjadi baik.

369. Apakah ada tindakan yang selalu tidak halal?
Ada tindakan-tindakan tertentu yang selalu tidak halal pada dirinya sendiri karena objeknya (misalnya, menghujat Al-lah, pembunuhan manusia, perzinaan). Memilih tindakan-tindakan tersebut menyebabkan kekacauan kehendak. Suatu keburukan moral tidak pernah dapat dibenarkan dengan menunjuk kepada akibat baik yang mungkin dapat muncul darinya.

MORALITAS NAFSU.

370. Apa itu nafsu?
Nafsu ialah perasaan, emosi, atau gerakan dari selera yang dirasakan–komponen alamiah dari psikologi manusia – yang mendorong manusia untuk bertindak atau tidak bertindak menurut apa yang dipandangnya baik atau buruk. Nafsu-nafsu yang penting ialah cinta dan benci, keinginan danketakutan, kegembiraan, kesedihan, dan kemarahan. Nafsu yang utama ialah cinta yang didorong oleh kebaikan. Seseorang hanya dapat mencintai apa yang baik, entah nyata entah palsu.

371. Secara moral, nafsu itu baik atau buruk?
Nafsu, sejauh merupakan gerakan selera yang bisa dirasakan, tidak baik dan juga tidak buruk pada dirinya sendiri. Nafsu bisa menjadi baik jika ikut andil dalam melaksanakan suatu tindakan yang baik, dan bisa menjadi buruk dalam hal sebaliknya. Nafsu bisa diangkat menjadi keutamaan atau dibelokkan oleh kebiasaan buruk.

SUARA HATI MORAL

372. Apakah suara hati moral itu?

Suara hati moral yang terdapat dalam hati setiap orang merupakan suatu  pertimbangan akal budi yang muncul pada saat tertentu dan mengarahkannya untuk melakukan yang baik dan menghindari yang jahat. Berkat suara hati moral ini, pribadi manusia memahami kualitas moral suatu tindakan untuk dilaksanakan atau sudah dilakukan, membuat dia bisa mengambil tanggung jawab terhadap tindakannya. Jika betul-betul memperhatikan suara hati moral ini, orang bijak dapat mendengar suara Al-lah yang berbicara kepadanya.

373. Apa peranan martabat manusia berhadapan dengan suara hati moral ini?
Martabat pribadi manusia menuntut suara hati moral ini lurus dan benar (yang berarti sesuai dengan apa yang adil dan baik menurut hukum Al-lah). Karena menyangkut martabat manusia, tak seorang pun dapat dipaksa untuk melakukan tindakan yang berlawanan dengan suara hatinya, atau dihalangi untuk bertindak sesuai dengan suara hatinya, khususnya dalam hal-hal religius dan dalam batas-batas kebaikan umum.

374. Bagaimana membentuk suara hati agar menjadi lurus dan benar?
Suara hati yang lurus dan benar dibentuk melalui pendidikan, penghayatan Sabda Al-lah dan pengajaran Gereja, didukung oleh anugerah Roh Kudus dan dibantu oleh orang-orang bijak. Doa dan penelitian batin juga dapat sangat membantu pembentukan suara hati moral ini.

375. Norma-norma apa yang selalu harus diikuti oleh suara hati?
Ada tiga norma umum:
1) seseorang tidak pernah boleh melakukan se- suatu yang jahat untuk mendapatkan hasil yang baik darinya,
2) Hukum Emas mengatakan: ”Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” (Matius 7:12),
3) kasih selalu mulai dengan menghormati sesama dan suara hatinya walaupun ini bukan berarti menganggap baik apa yang secara objektif jahat.

376. Apakah suara hati moral dapat membuat penilaian yang salah?
Seseorang harus selalu menaati penilaian yang keluar dari suara hatinya, tetapi ada kemungkinan dia membuat penilaian yang salah karena alasan-alasan yang mungkin berasal dari kesalahan orangnya. Tetapi, kesalahan dari suatu tindakan buruk yang dilakukan karena ketidaktahuan yang tak disengaja tidak dapat ditimpakan kepadanya. Namun demikian, tindakan tersebut tetaplah buruk secara objektif. Karena itu, seseorang harus berusaha untuk memperbaiki kesalahan suara hati moralnya.

KEUTAMAAN

377. Apa itu keutamaan?
Suatu keutamaan adalah disposisi yang tegas dan menjadi kebiasaan untuk melakukan kebaikan. ”Tujuan kehidupan yang utama ialah untuk menjadi serupa dengan Al-lah” (Santo Gregorius dari Nyssa). Ada keutamaan manusiawi dan ada pula keutamaan teologal.

378. Apakah keutamaan manusiawi itu?
Keutamaan manusiawi adalah kesempurnaan intelek dan kehendak, yang stabil dan menjadi kebiasaan, yang mengendalikan tindakan, mengatur nafsu, dan menuntun perbuatan kita menurut akal budi dan iman. Keutamaan ini diperoleh dan diperkuat lewat kebiasaan melakukan tindakan yang baik secara moral, dimurnikan, dan diangkat oleh rahmat ilahi.

379. Apa saja keutamaan-keutamaan manusiawi yang penting?
Keutamaan-keutamaan manusiawi yang penting disebut keutamaan pokok, semua yang lain dikelompokkan di bawahnya dan merupakan sendi kehidupan utama. Keutamaan-keutamaan pokok itu adalah kebijaksanaan, keadilan, kebe- ranian, dan penguasaan diri.

380. Apa itu kebijaksanaan?
Kebijaksanaan menggunakan akal budi untuk mempertimbangkan ke- baikan kita yang sejati dalam setiap situasi dan memilih sarana yang tepat untuk mencapainya. Kebijaksanaan menuntun keutamaan yang lainnya dengan menunjukkan ukuran dan kualitasnya.

381. Apa itu keadilan?
Keadilan tampak dalam kehendak yang teguh dan terus-menerus untuk memberikan kepada orang lain yang menjadi haknya. Keadilan terhadap Al-lah disebut ”keutamaan religius”.

382. Apa itu keberanian?
Keberanian tampak dalam kekuatan di tengah-tengah kesulitan dan terus- menerus mengikuti kebaikan. Keberanian bahkan dapat sampai pada kemampuan untuk mengorbankan hidup demi alasan yang bisa dibenarkan.

383. Apa itu penguasaan diri?
Penguasaan diri bisa membatasi kecenderungan daya tarik untuk kesenangan, mampu mengendalikan kehendak terhadap naluri, dan memberi keseimbangan dalam penggunaan barang-barang ciptaan.

384. Apa itu keutamaan teologal?
Objek langsung, alasan, dan asal mula keutamaan teologal ialah Al-lah. Di- penuhi dengan rahmat pengudusan, keutamaan teologal memberikan kepada seseorang kemampuan untuk hidup dalam hubungan dengan Tritunggal. Ke- utamaan-keutamaan teologal merupakan dasar dan kekuatan bagi tindakan moral seorang Kristen dan memberi hidup pada keutamaan manusiawi. Keutamaan teologal merupakan jaminan kehadiran dan karya Roh Kudus dalam kemampuan- kemampuan manusiawi.

385. Apa saja itu keutamaan teologal?
Keutamaan teologal adalah iman, harapan, dan cinta kasih.

386. Apa itu keutamaan iman?
Iman adalah keutamaan teologal yang olehnya kita percaya kepada Al-lah dan semua yang sudah diwahyukan kepada kita dan disampaikan oleh Gereja karena Al-lah adalah Kebenaran. Melalui iman, manusia dengan bebas menyerahkan dirinya kepada Al-lah. Karena itu, orang yang percaya berusaha mencari dan melaksanakan kehendak Al-lah karena ”iman bekerja melalui kasih” (Gal 5:6).

387. Apa itu harapan?
Harapan adalah keutamaan teologal, dengannya kita merindukan dan menantikan kehidupan abadi yang berasal dari Al-lah sebagai kebahagiaan kita, mempercayakan diri kita kepada janji Kristus, dan bersandar pada bantuan rahmat Roh Kudus agar pantas menerimanya dan tetap bertahan sampai akhir hidup kita.

388. Apa itu cinta kasih?
Cinta kasih adalah keutamaan teologal, dengannya kita mengasihi Al-lah di atas segala sesuatu dan mengasihi sesama seperti diri kita sendiri. Yesus menyebut cinta kasih sebagai perintah yang baru, pemenuhan hukum. ”Cinta kasih adalah pengikat kesempurnaan” (Kolese 3:14) dan dasar dari keutamaan yang lainnya. Dari cinta kasih ini, semua keutamaan yang lain memperoleh hidup, inspirasi, dan keteraturan. Tanpa cinta kasih, ”sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing” dan ”aku sama sekali tidak berguna” (1Korintus 13:1-3).

389. Apa itu karunia-karunia Roh Kudus?
Karunia-karunia Roh Kudus adalah disposisi tetap yang membuat kita mu- dah mengikuti ilham Roh Kudus. Karunia-karunia itu ada tujuh: hikmat, pengertian, nasihat, keperkasaan, pengenalan akan Al-lah, kesalehan, dan Roh takut akan Al-lah.

390. Apa itu buah-buah Roh Kudus?
Buah-buah Roh Kudus adalah kesempurnaan yang dibentuk dalam diri kita sebagai buah-buah pertama kemuliaan abadi. Tradisi Gereja membuat daftar dua belas: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, k ebaikan hati, kebajikan, kemurahan hati, kelemahlembutan, kesetiaan, kesederhanaan, penguasaan diri, dan kemurnian (Galatia 5:22-23, Vulgata).

DOSA

391. Apa yang dituntut dari kita untuk menerima kerahiman Al-lah?
Yang dituntut adalah agar kita mengakui kesalahan-kesalahan kita dan menyesal atas dosa-dosa kita. Al-lah dengan Sabda-Nya dan Roh-Nya telah menyingkap dosa-dosa kita dan memberikan kebenaran suara hati dan harapan akan pengampunan.

392. Apa itu dosa?
Dosa adalah ”perkataan, tindakan, atau keinginan yang bertentangan dengan Hukum Abadi” (Santo Agustinus). Dosa adalah penghinaan terhadap Al-lah dalam ketidaktaatan kepada cinta-Nya. Dosa melukai kodrat dan solidaritas manusia. Kristus dalam penderitaan-Nya menyingkap sepenuhnya keseriusan dosa dan mengatasinya dengan kerahiman-Nya.

393. Apakah ada bermacam-macam dosa?
Ada banyak macam dosa. Dosa bisa digolongkan menurut objek atau ke- utamaan atau perintah yang dilanggar. Dosa dapat secara langsung berkenaan dengan Al-lah, sesama, atau diri kita sendiri, dapat pula dibagi menjadi dosa pikiran, perkataan, perbuatan, atau kelalaian.

394. Bagaimana dosa dibedakan menurut bobotnya?
Perbedaannya ialah dosa berat dan dosa ringan. 

395. Bilamana orang melakukan dosa berat?
Seseorang melakukan dosa berat bilamana secara serentak terdapat unsur- unsur: hal berat, pengetahuan penuh, dan persetujuan bebas. Dosa ini merusak cinta kasih dalam diri kita, kita kehilangan rahmat pengudusan, dan jika tidak menyesal akan membawa kita kepada kematian abadi neraka. Dosa ini dapat diampuni dengan cara biasa melalui Sakramen Pembaptisan dan Tobat atau Rekonsiliasi.

396. Kapan seseorang melakukan dosa ringan?
Seseorang melakukan dosa ringan yang berbeda secara esensial dengan dosa berat jika berkenaan dengan hal yang kurang serius, atau jika menyangkut hal besar, di dalamnya tidak terdapat pengetahuan yang penuh dan persetujuan yang lengkap. Dosa ringan tidak merusak perjanjian dengan Al-lah, tetapi melemahkan cinta kasih dan memunculkan afeksi yang tidak teratur terhadap barang-barang ciptaan. Dosa ini menghalangi kemajuan jiwa dalam melaksanakan keutamaan dan dalam mempraktekkan kebaikan moral. Dosa ini patut mendapatkan ganjaran hukuman sementara yang memurnikan.

397. Bagaimana dosa berkembang?
Dosa menciptakan kecenderungan ke arah kebiasaan untuk berdosa: lewat pengulangan tindakan yang sama, dosa melahirkan kebiasaan buruk.

398. Apa itu kebiasaan buruk? 
Kebiasaan buruk merupakan lawan dari keutamaan. Kebiasaan buruk adalah kebiasaanyangmelencengdarikebaikanyangmengaburkansuarahatidanmembuat seseorang cenderung melakukan hal buruk. Kebiasaan buruk ini dapat dikaitkan dengan yang disebut tujuh dosa pokok, yaitu: kesombongan, iri hati, hawa nafsu, kemarahan, keserakahan, kecemburuan, kemalasan.

399. Apakah kita ikut bertanggung jawab terhadap dosa yang dilakukan oleh orang lain?
Kita mempunyai tanggung jawab jika dengan sadar kita bekerja sama dengan mereka.

400. Apa itu struktur dosa?
Struktur dosa adalah situasi atau institusi sosial yang bertentangan dengan hukum ilahi. Struktur dosa ini merupakan ungkapan dan akibat dari dosa-dosa pribadi.