Bag. 2 – Seksi 2 – Bab. 2 – SAKRAMEN-SAKRAMEN PENYEMBUHAN

Bagian 2 – Seksi 2 – TUJUH SAKRAMEN GEREJA

  1. Pembaptisan,
  2. Penguatan,
  3. Ekaristi Kudus,
  4. Tobat,
  5. Pengurapan Orang Sakit,
  6. Penahbisan,
  7. Perkawinan.

BAB DUA – SAKRAMEN-SAKRAMEN PENYEMBUHAN.

295. Mengapa Kristus menetapkan Sakramen Pengampunan Dosa dan Sakramen Pengurapan orang Sakit?
Kristus, Sang Penyembuh jiwa dan badan kita, menetapkan Sakramen-Sakramen ini karena kehidupan baru yang Dia berikan kepada kita dalam Sakramen-Sakramen inisiasi Kristiani dapat melemah, bahkan hilang karena dosa. Karena itu, Kristus menghendaki agar Gereja melanjutkan karya penyembuhan dan penyelamatan-Nya melalui Sakramen-Sakramen ini.

 

SAKRAMEN TOBAT

296. Apa nama Sakramen ini?
Namanya Sakramen Penebusan Dosa, Sakramen Rekonsiliasi, Sakramen Pengampunan, Sakramen Pengakuan, dan Sakramen Tobat.

297. Mengapa ada Sakramen Rekonsiliasi setelah Sakramen Pembaptisan?
Karena rahmat kehidupan baru yang diterima dalam Sakramen Pembaptisan tidak menghapuskan kelemahan kodrat manusia dan juga kecenderungan kepada dosa (yang disebut konkupisensi), Kristus menetapkan Sakramen ini untuk pertobatan orang yang dibaptis yang terpisah dari Dia karena dosa.

298. Bilamana Kristus menetapkan Sakramen ini?
Tuhan yang sudah bangkit menetapkan Sakramen ini pada malam Paskah ketika Dia menampakkan Diri kepada para Rasul dan berkata kepada mereka: ”Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada” (Yohanes 20:23).

299. Apakah orang yang dibaptis itu membutuhkan pertobatan?
Panggilan Kristus untuk pertobatan terus berlangsung selama hidup orang yang dibaptis. Pertobatan merupakan kewajiban terus-menerus bagi se- luruh Gereja. Gereja itu kudus, tetapi di dalamnya juga termasuk orang-orang berdosa.

300. Apa itu pertobatan batin?
Pertobatan batin ialah suatu dinamika ”hati yang patah dan remuk (Mazmur 51:19) yang digerakkan oleh rahmat ilahi untuk menjawab cinta yang penuh kerahiman dari Al-lah. Pertobatan ini mengandung penyesalan akan dosa-dosa yang telah dilaku- kan, niat yang kuat untuk tidak berdosa lagi dimasa datang, dan percaya akan perto- longan Al-lah. Orang yang bertobat ini berharap penuh kepada kerahiman ilahi.

301. Apa bentuk-bentuk silih dalam kehidupan Kristen?
Perbuatan silih dapat diungkapkan dalam macam-macam bentuk, tetapi terutama dalam puasa, doa, dan memberi derma. Bentuk-bentuk itu dan banyak bentuk yang lainnya dapat dipraktekkan dalam kehidupan seorang Kristen, secara khusus selama masa Puasa dan pada hari Jumat, hari silih.

302. Apa unsur-unsur pokok Sakramen Rekonsiliasi?
Unsur-unsur pokok itu ada dua: tindakan orang yang datang dan bertobat melalui karya Roh Kudus dan pengampunan dosa dari Imam yang bertindak atas nama Kristus untuk memberikan pengampunan, menentukan cara untuk berbuat silih atas dosa-dosa yang diperbuatnya.

303. Apa yang harus dilakukan oleh peniten?
Yang harus dilakukan adalah: pemeriksaan batin yang saksama; pertobatan (atau penyesalan) akan sempurna jika motivasinya cinta akan Al-lah; tidak sempurna jika berdasarkan pada motivasi-motivasi lainnya dan disertai niat yang tulus untuk tidak berdosa lagi; pengakuan terdiri dari menyatakan dosa- dosanya kepada Imam dan perbuatan silih atau laku tapa yang diusulkan oleh bapa pengakuan kepada orang yang bertobat untuk memperbaiki ”kerusakan” yang terjadi akibat dosa.

304. Dosa-dosa apa yang harus diakukan?
Semua dosa berat yang belum diakukan yang disadari melalui pemeriksaan batin yang teliti harus dibawa ke dalam Sakramen Tobat. Pengakuan dosa-do- sa berat merupakan satu-satunya cara yang biasa untuk mendapatkan pengampunan.

305. Bilamana seseorang itu harus mengakukan dosa maut?
Setiap umat beriman yang sudah mencapai umur diskresi (mampu mem- bedakan antara yang baik dan yang jahat) terikat untuk mengakukan dosa-dosa beratnya paling sedikit sekali setahun dan selalu dilakukan sebelum menerima Komuni Kudus.

306. Mengapa dosa-dosa ringan juga dapat menjadi objek pengakuan Sa- kramental?
Pengakuan dosa-dosa ringan juga sangat dianjurkan oleh Gereja, bahkan walaupun hal ini tidak mutlak perlu karena bisa membantu kita untuk membentuk suara hati yang benar dan melawan kecenderungan jahat. Ini membantu kita untuk disembuhkan oleh Kristus dan berkembang maju dalam hidup Roh.

307. Siapa pelayan Sakramen ini?
Kristus telah mempercayakan pelayanan Rekonsiliasi ini kepada para Rasul- Nya, kepada para Uskup yang menjadi pengganti-pengganti para Rasul dan kepada para imam, rekan sekerja Uskup. Mereka ini menjadi alat kerahiman dan kebenaran Al-lah. Mereka melaksanakan kuasa pengampunan dosa atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

308. Kepada siapa pengampunan dosa-dosa tertentu dikhususkan?
Pengampunan dosa-dosa berat tertentu (misalnya, yang dihukum dengan ekskomunikasi) dikhususkan kepada Takhta Suci atau kepada Uskup setempat atau Imam yang diberi kuasa khusus oleh Uskup. Tetapi, setiap Imam dapat memberikan pengampunan atas setiap dosa dan ekskomunikasi kepada orang yang berada dalam bahaya maut.

309. Apakah bapa pengakuan terikat oleh rahasia?
Setiap bapa pengakuan, tanpa kecuali dan di bawah ancaman hukuman yang amat berat, terikat untuk memegang teguh ”meterai pengakuan” yang berarti kerahasiaan mutlak tentang dosa-dosa yang diungkapkan kepadanya dalam pengakuan karena keagungan pelayanan ini dan hormat yang harus diberikan kepada pribadi manusia.

310. Apa buah Sakramen ini?
Buah Sakramen Tobat ialah: berdamai kembali dengan Al-lah karena itu juga berarti pengampunan dosa-dosa, dan berdamai kembali dengan Gereja;pemulihan keadaan rahmat jika keadaan itu sudah hilang karena dosa, penghapusan hukuman kekal karena dosa-dosa berat dan penghapusan, paling sedikit untuk sebagian, hukuman sementara sebagai akibat dosa. Sakramen ini juga memberikan keda- maian, ketenangan suara hati, penghiburan rohani, dan bertambahnya keku- atan rohani untuk berjuang dalam kehidupan Kristen.

311. Dalam kasus tertentu, dapatkah Sakramen ini dilaksanakan dengan pengakuan umum dan absolusi umum?
Dalam kasus kebutuhan yang amat mendesak (seperti dalam bahaya maut) bisa dilakukan upacara rekonsiliasi umum dengan pengakuan umum dan absolusi umum, sejauh norma-norma Gereja dipatuhi dan ada intensi secara pribadi untuk mengakukan dosa-dosa berat jika hal itu memungkinkan.

312. Apa itu indulgensi?
Indulgensi ialah penghapusan hukuman sementara di hadapan Al-lah sebagai akibat dari dosa-dosa yang kesalahannya sudah diampuni. Umat Kristen yang setia bisa mendapatkan indulgensi ini bagi dirinya sendiri atau bagi orang-orang yang sudah meninggal dengan syarat-syarat tertentu. Indulgensi ini diberikan melalui petugas Gereja, sebagai penyalur rahmat penebusan, membagikan keka- yaan rahmat Kristus dan santo-santa.

 

SAKRAMEN PENGURAPAN ORANG SAKIT

313. Bagaimana Perjanjian lama memandang penyakit?
Dalam Perjanjian Lama, penyakit dialami sebagai tanda kelemahan dan sekaligus dipahami sebagai sesuatu yang terikat dengan dosa. Para nabi menyadari bahwa penyakit dapat juga mempunyai nilai penebusan bagi dosa-dosanya sendiri dan orang lain. Demikianlah, penyakit ini dialami di hadapan Al-lah yang kepada-Nya mereka mohon kesembuhan.

314. Apa makna bela rasa Yesus kepada orang sakit?
Bela rasa Yesus kepada orang sakit dan banyak penyembuhan yang dilakukan- Nya bagi yang sakit merupakan suatu tanda nyata bahwa Kerajaan Al-lah sudah datang bersama-Nya dan karena itu juga berarti kemenangan terhadap dosa, terhadap penderitaan, dan terhadap kematian. Dengan penderitaan dan kematian- Nya, Yesus memberikanmaknabarukepadapenderitaankitayangjikadipersatukan dengan penderitaan-Nya dapat menjadi sarana pemurnian dan penyelamatan bagi kita dan bagi orang lain.

315. Bagaimana sikap Gereja terhadap orang sakit?
Setelah menerima tugas dari Al-lah untuk menyembuhkan orang sakit, Gereja berusaha melaksanakannya dengan merawat orang sakit dan menemani mereka dengan doa permohonan. Terlebih lagi, Gereja mempunyai Sakramen yang khusus ditujukan bagi orang sakit. Sakramen ini ditetapkan oleh Kristus dan ditegaskan oleh Santo Yakobus, ”Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya de- ngan minyak dalam nama Tuhan” (Yak 5:14).

316. Siapa yang dapat menerima Sakramen pengurapan orang sakit?
Setiap anggota umat beriman dapat menerima Sakramen ini segera setelah dia berada dalam bahaya maut karena penyakit atau usia lanjut. Si sakit bisa menerima Sakramen ini beberapa kali jika penyakitnya bertambah berat atau karena ada pe- nyakit berat lainnya. Upacara sakramen ini, jika memungkinkan, didahului dengan pengakuan dosa pribadi si sakit.

317. Siapa pelayan Sakramen ini?
Sakramen ini hanya dapat dilayani oleh Imam tertahbis (Uskup atau Pastor).

318. Bagaimana upacara Sakramen ini dilaksanakan?
Upacara Sakramen ini secara esensial terdiri dari pengurapan dengan minyak yang, sedapat mungkin, diberkati oleh Uskup. Pengurapan ini diberikan pada dahi dankedua tangan si sakit (ritus Roma) atau juga bagian-bagian tubuh lainnya (dalam ritus lainnya) diiringi dengan doa Imam yang memohon rahmat khusus Sakramen ini bagi si sakit.

319. Apa buah Sakramen ini?
Sakramen ini memberikan rahmat khusus yang mempersatukan si sakit lebih erat dengan Pribadi Kristus untuk kebaikannya dan kebaikan seluruh Gereja. Sakramen ini memberikan penghiburan, kedamaian, keberanian, dan bahkan pengampunandosajikasisakittidakmampumengakukandosanya. Kadang-kadang jika dikehendaki Al-lah, Sakramen ini bahkan dapat mengembalikan kesehatan fisik. Secara umum, Pengurapan ini mempersiapkan si sakit untuk perjalanan menuju Rumah Bapa.

320. Apa itu viaticum?
Viaticum adalah Ekaristi Kudus yang diterima oleh mereka yang akan meninggalkan kehidupan dunia ini dan mempersiapkan diri untuk perjalanan menuju kehidupan kekal. Komuni dalam rupa tubuh dan darah Kristus yang wafat dan bangkit dari mati, yang diterima pada saat keberangkatan dari dunia ini menuju Bapa, merupakan benih kehidupan kekal dan kekuatan kebangkitan.