SD6-01 PRIBADI DAN LINGKUNGAN

PELAJARAN 1 –  PRIBADI DAN LINGKUNGAN.

Pembelajaran Agama Katolik meliputi :
A. Bangga dan Syukur atas Keanekaragaman dan Kesatuan Bangsa Indonesia.
B. Hak dan Kewajiban Sebagai Warga Negara.
C. Aku Warga Dunia.

 

A. Bangga dan Syukur Atas Keanekaragaman dan Kesatuan Bangsa Indonesia.

“Aku anak Indonesia, anak yang merdeka. Satu nusaku, satu bangsaku, satu bahasaku. Indonesia, aku bangga menjadi anak Indonesia.” Syair lagu tersebut menggambarkan bahwa menjadi anak Indonesia, dengan segala keanekaragaman dan kesatuan yang ada di dalamnya, menjadi kebanggaan tersendiri. Rasa bangga merupakan sikap syukur seseorang atas karunia Al-lah, yang menganugerahkan kekayaan alam, keanekaragaman suku, agama, budaya dan adat istiadat. Terutama rasa syukur, karena meskipun memiliki keanekaragaman, Negara Indonesia tetap menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan.

Doa : Al-lah, Bapa yang Mahabaik,
Engkau telah menciptakan kami dan menghimpun kami dalam masyarakat, serta menghendaki kami menjadi warga negara Indonesia.
Kami bersyukur atas keindahan dan kekayaan alam Indonesia,
kami juga bersyukur atas keanekaragaman suku bangsa, agama, bahasa, dan budaya yang melekat pada keberadaan bangsa kami, Bangsa Indonesia.
Sekarang kami akan belajar untuk semakin mengenal kekayaan dan keindahan negara kami.
Bantulah kami supaya memiliki sikap syukur dan rasa bangga terhadap anugerah-Mu yang indah ini.
Dan bantulah kami juga untuk memiliki sikap yang bertanggungjawab sebagai warga negara Indonesia.
Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

 

1. Keanekaragaman yang ada di Indonesia.

Negara kita, yang terhampar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, terkenal dengan keindahan serta kekayaan alamnya. Selain itu, negara kita memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki negara- negara lain, yaitu keanekaragaman. Kita patut bangga dan bersyukur, karena meskipun memiliki keanekaragaman, tetapi negara kita selalu menjunjung tinggi semangat persatuan dan kesatuan.

Untuk lebih mengenal keanekaragaman yang ada di negara kita, ayo kita temukan macam-macam keanekaragaman yang ada di negara kita. Misalnya: nyanyian, tarian, rumah, pakaian, adat istiadat.

Dari macam-macam keanekaragaman tersebut, cobalah pilih secara berkelompok salah satu bentuk kesenian daerah di Indonesia, untuk kamu peragakan di depan kelas. Misalnya lagu, tarian, bahasa, legenda, dan lain- lain.

Dari informasi tersebut di atas, buatlah tanggapan atau pertanyaan mengenai kebanggaan serta keprihatinan kita sebagai anak-anak di Indonesia, misalnya:
1.Seperti apakah keanekaragaman budaya, alam Indonesia?
2.Adakah keanekaragaman Indonesia yang menjadi warisan dunia?
3.Bagaimanakah menjaga keberagaman Indonesia agar tetap satu?

 

Keberagaman Indonesia yang Menjadi Warisan Dunia.

Bacalah Informasi berikut!

Judul : 13 Warisan Indonesia untuk Dunia.

Warisan dunia UNESCO memiliki 981 situs dengan rincian 759 warisan budaya, 193 warisan alam, dan 29 campuran antara warisan budaya dan alam (karya budaya bukan benda). Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbangkan 13 warisan yang ditetapkan UNESCO, yang terdiri dari 4 warisan alam, yaitu Taman Nasional Ujung Kulon di Banten, Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur, Taman Nasional Lorentz di Papua dan Warisan Hutan Hujan Tropis di Sumatra, khususnya di Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. 4 warisan cagar budaya, yaitu Candi Borobudur (1991), Candi Prambanan (1991), Situs Prasejarah Sangiran (1996), dan lanskap budaya Provinsi Bali, sistem Subak sebagai perwujudan Filosofi Tri Hita Karana (2012). Serta 5 warisan karya budaya bukan benda, yaitu wayang sebagai masterpiece of the oral and intangible heritage tahun 2003, batik sebagai masterpiece of the oral and intangible heritage tahun 2009, angklung sebagai masterpiece of the oral and intangible heritage tahun 2010, Tari Saman sebagai masterpiece of the oral and intangible heritage tahun 2011 dan Noken sebagai masterpiece of the oral and intangible heritage tahun 2012. (sumber wikipedia).

 

c. Hal Positif dan Negatif Keragamanan Indonesia.

Kita tahu bersama, Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya yang ada di setiap daerah-daerahnya. Menjadi negara kepulauan terbesar di dunia menjadikan kekayaan budaya suatu daerah menjadi milik bersama sebagai satu negara. Mulai dari pakaian adat, rumah adat, tarian daerah, musik daerah, kesenian daerah dan masih banyak lagi.

Perbedaan suku, bangsa, ras dan kepercayaan yang tersebar di seluruh tanah air juga menjadi kekayaan yang sangat berharga bagi kita selaku warga negara Indonesia. Adanya keberagaman budaya dalam negara kita dapat membawa dampak positif dapat juga memberikan dampak negatif bagi keberlangsungan kehidupan kita dalam bernegara. Berikut penjelasan dampak positif dan negatif dari keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

Dampak Positif Keberagaman Budaya di Indonesia:

  1. Menjadi Kekayaan Negara.
    Tentu saja berbagai macam budaya yang datang dari daerah mana saja entah itu pesisir pantai, pegunungan, desa, kota, suku, semuanya berhak diklaim sebagai kepunyaan dari negara Indonesia. Kekayaan budaya ini patut menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakatnya, bukan hanya dari daerah asal budaya tertentu saja. Hal ini juga memunculkan rasa kepemilikan kebudayaan bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga ketika ada satu saja budaya yang diklaim atau dilecehkan oleh negara lain, seluruh warga negaranya bersatu untuk merebut kembali dan mengembalikan kebudayaan tersebut sebagai identitas negara.
  2. Membentuk Masyarakat yang Toleran.
    Keberagaman budaya dalam setiap daerah tentu memiliki berbagai macam perbedaan. Karena berada di satu atap yang sama yaitu NKRI, mau tidak mau masyarakatnya berkewajiban untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan dalam perbedaan. Hal ini menjadi lumrah bagi warga Indonesia karena sudah terbiasa dengan kehadiran suku bangsa lain yang tinggal menetap di daerah yang bukan asalnya. Interaksi masyarakat yang toleran tentu merupakan bentuk hubungan sosial yang dapat dengan mudah terbentuk dengan sendirinya.
  3. Menjadi Daya Tarik Bagi Turis Asing.
    Bukan rahasia lagi, selain kekayaan budaya yang melimpah Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Setiap daerah punya daya tariknya sendiri. Kekayaan alam yang telah dimiliki ini ketika digabungkan dengan kekayaan budaya yang kental tentunya menjadi daya tarik tersendiri bagi turis asing. Contoh nyata dari pernyataan ini adalah Pulau Bali yang sukses menggabungkan kekayaan alam dan kekayaan budayanya menjadi daya tarik yang tidak hanya dipuja orang lokal, tapi juga masyarakat internasional.
  4. Meningkatkan Pendapatan Negara.
    Dengan pengelolaan sistem dampak positif keberagaman budaya yang tepat, pemerintah sudah punya modal untuk mendapatkan pendapatan negara yang lebih lewat kekayaan budaya Indonesia yang sudah tersedia. Dengan dibangunnya situs-situs sejarah, sanggar budaya dan pengadaan festival budaya rutin yang merupakan peran pemerintah dalam mengelola keberagaman sosial budaya, tentu akan menarik pengunjung dari dalam maupun luar negeri yang bisa meningkatkan pendapatan negara.

Dampak Negatif Keberagaman Budaya di Indonesia:

  1. Masyarakat Cenderung Cuek.
    Saking banyaknya keberagaman budaya di Indonesia, masyarakat tidak lagi terpesona dengan kekayaan budaya yang dimilikinya. Ada kalanya masyarakat terkesan cuek dengan budaya sendiri dan malah lebih bangga saat mengambil bagian dalam kebudayaan negara lain. Tentunya proses interaksi sosial antara yang senang berbudaya dan yang cuek-cuek saja akan terganggu.
  2. Pengelolaan yang Tidak Mudah.
    Pengelolaan kekayaan budaya Indonesia yang beraneka ragam tentu bukan hal mudah. Pemerintah tidak bisa menghandle semuanya tanpa bantuan dari masyarakat. Jika masyarakat mengharapkan pemerintah saja yang ambil bagian penuh dalam pengelolaan keberagaman budayanya, pastilah pengelolaan dan pengembangannya tidak akan maksimal.
  3. Adanya Kelompok-kelompok Radikal.
    Suku dan budaya yang tidak sedikit memungkinkan adanya kelompok-kelompok radikal yang tidak mau menerima adanya budaya lain untuk masuk di daerah mereka. Kelompok radikal memenuhi kriteria ciri-ciri kelompok sosial yang tidak sehat karena memaksakan kehendak mereka yang harus selalu benar. Tentu saja hal ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan membuat kondisi NKRI yang tadinya penuh dengan rasa persatuan menjadi saling bertentangan.
  4. Menjadi Alasan Terjadinya Perpecahan.
    Bukan tidak mungkin dalam kondisi budaya yang sangat beragam ini terjadi menimbulkan konflik di antara masyarakat. Masalah yang tadinya hanya melibatkan dua orang dari suku dan budaya yang berbeda bisa jadi rumit ketika identitas budayanya dibawa-bawa dalam topik perdebatan. Hal ini adalah salah satu dampak negatif, dan dampak positif keberagaman budaya yang sudah dijelaskan masih kita perangi sampai detik ini. Masih ada saja oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang senang memprovokasi dua pihak yang datang dari latar belakang budaya yang berbeda sehingga timbul perpecahan, bukan hanya dari kedua pihak tersebut tapi juga perpecahan antar daerah asal kedua pihak.

Dengan melihat baik dampak positif dan negatif dari keberagaman budaya yang ada di Indonesia, baiknya kita tetap fokus pada hal-hal positifnya saja. Pandangan negatif akan tetap ada, tinggal bagaimana kita menghadapinya dengan biasa saja dan tidak melebih-lebihkan sehingga tidak memicu perpecahan di bumi Indonesia. Dampak positif ini dapat kita maksimalkan dengan meminimalisir adanya pembahasan lebih jauh dan penyebaran ajaran yang tidak berpihak pada persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar dapat menghindari penyebab terjadinya konflik. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi Anda.

 

d. Semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Sejarah Indonesia menunjukkan, bahwa semangat persatuan dan kesatuan merupakan kekuatan utama dalam membangun Indonesia yang rukun dan damai, meskipun memiliki berbagai keanekaragaman. Semangat persatuan dan kesatuan itulah yang terungkap di dalam rumusan Sumpah Pemuda, yang pernah kita dalami di kelas V atau melalui pelajaran lain. Semangat yang sama tercermin pula pada sila ke-3 rumusan Pancasila dan semboyan “Bhineka Tunggal Ika” sebagai semboyan nasional negara kita. Makna “Bhineka Tunggal Ika” bisa diperdalam dengan membaca buku atau sumber bacaan lainnya. Buatlah rangkuman mengenai makna “Bhinneka Tunggal Ika”!

 

2. Membaca dan Mendalami Pesan Kitab Suci Atas Keanekaragaman.

Membaca Kitab Suci Mazmur 145 ayat : 1-15.

Di dalam Kitab Mazmur terdapat tanggapan Daud atas keanekaragaman ciptaan Tuhan. Coba bacalah dengan saksama!

1) Puji-pujian dari Daud. Aku hendak mengagungkan Engkau, ya Al-lahku, ya Raja, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. 2) Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. 3) Besarlah Tuhan dan sangat terpuji, dan kebesaran- Nya tidak terduga. 4) Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan- pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu. 5) Semarak kemuliaan- Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan. 6) Kekuatan perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan. 7) Peringatan kepada besarnya kebajikan-Mu akan dimasyhurkan mereka, dan tentang keadilan-Mu mereka akan bersorak-sorai. 8Tuhan itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. 9) Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya. 10) Segala yang Kaujadikan itu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. 11) Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, 12) untuk memberitahukan keperkasaan- Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu. 13) Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. Tuhan setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. 14) Tuhan itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk. 15) Mata sekalian orang menantikan Engkau, dan Engkau pun memberi mereka makanan pada waktunya.

Untuk mendalami isi atau pesan Kitab Suci di atas, diskusilah di dalam kelompok dengan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1.Bagaimana pemazmur menggambarkan keagungan dan kebaikan Tuhan?
2.Bagaimanakah pemazmur menggambarkan tanggapan manusia atas keagungan dan kebaikan Tuhan?
3.Belajar dari pemazmur bagaimanakah pandanganmu atas keanekaragaman dan kebersatuan Indonesia?

Berdasarkan informasi serta pendalaman materi pelajaran mengenai bangga dan syukur atas keanekaragaman di indonesia, dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Tuhan telah menciptakan Indonesia dengan berbagai keistimewaan yang tidak dimiliki negara atau bangsa-bangsa lain. Keistimewaan Indonesia terdiri dari kekayaan alam, keindahan dan kesuburan lingkungan alam. Demikian juga keanekaragaman suku bangsa, agama, dan budaya.
  • Kekayaan alam dan keluhuran budaya Indonesia, menempatkan Indonesia sebagai negara yang dihormati oleh bangsa-bangsa lain. Para pendiri bangsa Indonesia, telah membangun Indonesia yang memiliki keanekaragaman, di atas dasar semangat persatuan dan kesatuan, sebagaimana tercermin pada rumusan Sumpah Pemuda, rumusan Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
  • Kita merasa bangga dan bersyukur atas keanekaragaman di negara kita. Bahkan banyak orang dari bangsa-bangsa lain mengagumi keluhuran berbagai karya seni dan budaya bangsa kita, dengan mendalami dan mempelajari budaya kita. Maka kita pun pantas memelihara, melestarikan dan mengembangkan kebudayaan serta nilai-nilai kearifan lokal yang kita miliki.
  • Selain rasa bangga, kita tentu prihatin jika anak-anak Indonesia atau generasi penerus bangsa kita kurang peduli terhadap kekayaan budaya dan keanekaragaman yang ada di negara kita. Kita lebih prihatin, jika generasi muda kita tidak memelihara semangat persatuan dan kesatuan sebagai semangat yang melandasi kejayaan bangsa kita selama ini.

Sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan yang telah menciptakan kita sebagai warga negara Indonesia yang memiliki berbagai keanekaragaman dan kekayaan alam, baiklah kita menyanyikan lagu berikut!

Betapa Kita Tidak Bersyukur.

Betapa kita tidak bersyukur Bertanah air kaya dan subur Lautnya luas, gunungnya megah
Menghijau padang, bukit, dan lembah.

Refrein : Itu semua berkat karunia Al-llah yang Agung Maha Kuasa Itu semua berkat karunia Al-lah yang Agung Maha Kuasa.

Alangkah indah pagi merekah Bermandi cahya surya nan cerah Ditingkah kicau burung tak henti Bunga pun bangkit harum berseri. reff.

Bumi yang hijau, langitnya terang Berpadu dalam warna cemerlang Indah jelita, damai, dan teduh Persada kita jaya dan teguh. reff.

 

B. Hak dan Kewajiban sebagai warga negara.

Tujuan adanya negara ialah untuk menyejahterakan rakyatnya. Itulah hak warga negara. Namun negara tidak akan mencapai tujuannya tanpa partisipasi dari warganya. Itulah kewajiban warga negara.

Yesus mengajarkan agar memberikan kepada Tuhan yang menjadi hak Tuhan, dan memberikan kepada negara apa yang menjadi hak negara. Sesuai ajaran Yesus, Gereja Indonesia menyatakan dengan tegas bahwa umat Katolik di Indonesia adalah seratus persen warga negara Indonesia dan seratus persen umat Katolik. Umat Katolik perlu menyadari hak dan melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya terhadap negara sepenuhnya.

Doa :
Al-lah, Bapa yang Mahabaik,
Engkau telah menciptakan kami dan menghimpun kami di dalam masyarakat, serta menghendaki kami menjadi warga negara Indonesia.
Bantulah kami agar kami dapat memahami dan melaksanakan apa yang menjadi kewajiban-kewajiban warga negara, sehingga kami mendapatkan apa yang menjadi hak warga negara, sebagaimana Yesus ajarkan dan perbuat sebagai warga negara.

1. Mendalami Pengalaman Berkaitan dengan Hak dan Kewajiban Warga Negara.

Beberapa pertanyaan tentang  hak dan kewajiban warga negara, misalnya:
a.Mengapa warga negara harus membayar pajak?
b.Digunakan untuk apa pajak itu?
c.Mengapa negara membangun jalan, listrik, dan gedung sekolah?
d.Apa tujuan negara?
e.Apa hak dan kewajiban warga negara?

Simak terlebih dahulu.

Pembukaan UUD 1945.

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.”

“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.”

“Atas berkat rahmat Al-lah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada :
Ketuhanan Yang Maha Esa,
kemanusiaan yang adil dan beradab,
persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan,
serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Bacalah UUD tahun 1945, jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

a.Mengapa warga negara harus membayar pajak? Pajak merupakan modal atau pemasukan negara untuk membangun negara Indonesia menjadi negara yang adil dan makmur. Kalau kita membayar pajak berarti kita telah turut dalam pembangunan negara Indonesia. Pajak merupakan salah satu kewajiban warga negara.

b.Digunakan untuk apa pajak itu? Pajak di gunakan untuk membiayai  Pembangunan Negara Indonesia termasuk untuk menggaji aparatur negara. Contoh Pembangunan adalah membangun jalan, listrik, gedung sekolah, biaya pemerintahan dan lain-lain.

c.Mengapa negara membangun jalan, listrik, dan gedung sekolah? Karena jalan, listrik dan sekolah merupakan kebutuhan semua warga negara. dengan pembangunan tersebut diharapkan Indonesia makin maju dan akhirnya akan menjadi negara yang adil dan makmur.

d.Apa tujuan negara?   untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

e.Apa hak dan kewajiban warga negara.

Hak Warga Negara Indonesia :

  • Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2).
  • Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(pasal 28A).
  • Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).
  • Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang”.
  • Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat 1).
  • Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).
  • Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum.(pasal 28D ayat 1).
  • Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani,hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1).

Kewajiban Warga Negara Indonesia :

  • Wajib menaati hukum dan pemerintahan. Pasal 27 ayat (1) UUD 1945 berbunyi : segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.
  • Wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara. Pasal 27 ayat (3) UUD 1945 menyatakan : setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara”.
  • Wajib menghormati hak asasi manusia orang lain. Pasal 28J ayat 1 mengatakan : Setiap orang wajib menghormati hak asai manusia orang lain.
  • Wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang. Pasal 28J ayat 2 menyatakan : “Dalam menjalankan hak dan kebebasannya,setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.”
  • Wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Pasal 30 ayat (1) UUD 1945. menyatakan: “tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.”

Hak dan Kewajiban telah dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 26, 27, 28, dan 30, yaitu :

1. Pasal 26, ayat (1), yang menjadi warga negara adalah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga negara. Dan pada ayat (2), syarat-syarat mengenai kewarganegaraan ditetapkan dengan undang-undang.

2. Pasal 27, ayat (1), segala warga negara bersamaan dengan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahannya, wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu. Pada ayat (2), taip-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

3. Pasal 28, kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan, dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.

4. Pasal 30, ayat (1), hak dan kewajiban warga negara untuk ikut serta dalam pembelaan negara. Dan ayat (2) menyatakan pengaturan lebih lanjut diatur dengan undang-undang.

 

2. Belajar dari Yesus tentang hak dan kewajiban warga negara.

Setelah mendalami beberapa hak dan kewajiban warga negara berdasarkan pembukaan dan UUD 1945, sebagai orang kristiani kita perlu belajar dari Tuhan Yesus mengenai sikap terhadap negara. Untuk itu bacalah kutipan Kitab Suci berikut:

1) Matius 17 ayat 24-27.

24) Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Al-lah kepada Petrus dan berkata: “Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?”
25) Jawabnya: “Memang membayar.” Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja- raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?”
26) Jawab Petrus: “Dari orang asing!” Maka kata Yesus kepadanya: “Jadi bebaslah rakyatnya.
27) Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.”

2) Matius 22 ayat 15-22 :

15) Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
16) Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Al-lah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
17) Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
18) Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: “Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang- orang munafik?
19) Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu.” Mereka membawa satu dinar kepada-Nya.
20) Maka Ia bertanya kepada mereka: “Gambar dan tulisan siapakah ini?”
21) Jawab mereka: “Gambar dan tulisan Kaisar.” Lalu kata Yesus kepada mereka: “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Al-lah apa yang wajib kamu berikan kepada Al-lah.”
22) Mendengar itu heranlah mereka dan meninggalkan Yesus lalu pergi.

 

Dalam kelompok diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1) Apakah Yesus membayar pajak? Mengapa Yesus bersedia membayar pajak?
2) Apa yang dilakukan orang-orang Farisi untuk menjerat Yesus? Tunjukkanlah bagaimana jeratan itu?
3) Bagaimana jawaban Yesus terhadap pertanyaan orang-orang Farisi yang menjerat-Nya?
4) Apa yang dapat kita teladani dari Yesus berhubungan dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara?

 

Rangkuman :

Yesus lahir dari ibu dan bapak orang Yahudi. Ia tinggal di tanah Yahudi. Maka Yesus adalah warga Yahudi. Wilayah orang-orang Yahudi pada waktu itu berada dalam penjajahan kekaisaran Romawi dan kerajaan Idumea yang rajanya bernama Herodes, yang mendapat mandat dari Romawi.

Sebagaimana kekaisaran atau kerajaan yang lain, kekaisaran Romawi dan Kerajaan Idumea pun memiliki aturan yang mengikat seluruh rakyatnya. Salah satu aturan itu ialah membayar pajak. Orang yang tidak membayar pajak dianggap melawan raja.
Orang–orang Yahudi pada umumnya tidak setuju dengan penjajahan. Hanya karena mereka tidak kuat melawan maka mereka tunduk. Salah satu kelompok yang terus melawan penjajahan ialah kaum Zelot. Sehubungan dengan itu orang yang menganjurkan membayar pajak dianggap sebagai pengkhianat bangsa. Karena itu orang-orang Farisi menjerat Yesus dengan pertanyaan bolehkah membayar pajak. Jika Yesus mengatakan boleh berarti Yesus dapat dianggap pengkhianat bangsa, jika Yesus mengatakan tidak berarti ia melawan kekuasaan yang sah. Namun Yesus menjawab dengan tepat, “Berikan kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan berikan kepada Al-lah apa yang menjadi hak Al-lah.”
Ketika ditagih mengenai bea pun sebenarnya Yesus telah mengatakan dengan benar bahwa orang pribumi tidak dikenai bea, namun agar tidak menjadi batu sandungan Yesus membayar bea itu.
Kata-kata Yesus “Berikan kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan berikan kepada Al-lah apa yang menjadi hak Al-lah” patut kita teladani. Karena itu orang-orang Katolik wajib menjadi warga negara yang taat dan kritis, sekaligus umat beragama yang taat pula. Keterlibatan dalam hidup bernegara untuk membangun kesejahteraan bersama sama nilainya dengan kebaktian pada Tuhan.

3. Refleksi dan Aksi.

Beberapa pengetahuan tentang hak dan kewajiban warga negara telah kita peroleh. Beberapa sikap Yesus berkaitan dengan hak dan kewajiban warga negara telah kita pelajari dari Kitab Suci. Marilah pengetahuan dan sikap- sikap itu kita resapkan dalam hati agar dapat mengembangkan hidup kita, dengan berrefleksi. Untuk itu jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
a.Kewajiban apa saja yang telah saya penuhi dan yang belum saya penuhi sebagai warga negara?
b.Hak-hak apa saja yang sudah saya terima dan yang belum saya terima sebagai warga negara?
c.Sebagai orang kristiani sejauhmana saya telah meneladan Tuhan Yesus berkaitan dengan hak dan kewajiban sebagai warga negara?
d.Sesuai dengan teladan Yesus, niat-niat apa yang akan saya lakukan di masa mendatang?
e.Tutuplah dengan doa syukur dan permohonan kepada Tuhan.

Hasil refleksi dapat disusun dalam bentuk puisi, syair, gambar, dan sebagainya.

 

C. Aku dan Warga Dunia.

Tuhan menghendaki agar manusia mengolah dan menghuni bumi ini dengan lestari dan damai. Gereja pun mengajak umat kristiani untuk terlibat dalam kehidupan bersama masyarakat dunia. Kegembiraan dan duka masyarakat zaman ini, menjadi kegembiraan dan duka seluruh umat kristiani. Itulah panggilan Tuhan bagi seluruh umat manusia untuk hidup bersama dan membangun bumi yang lestari serta damai.

Doa : 
Al-lah, Bapa yang Mahabaik, Engkau telah menciptakan kami dan menghimpun kami sebagai satu keluarga, warga dunia. Kami menyadari bahwa hidup kami dapat saling mempengaruhi satu sama lain. Demikian juga tempat yang kami huni pun dapat berpengaruh dan dipengaruhi oleh keadaan suatu tempat di bumi yang lain.
Berkatilah kami agar dapat ambil bagian dalam masalah-masalah dunia seturut kemampuan kami, sehingga kami dapat menghuni dan bumi secara lestari dan damai. Demi Kristus Tuhan dan sahabat kami. Amin.

Solidaritas Dunia untuk Filipina.
(dikutip dengan adaptasi seperlunya dari www.dw.de/rubriks/dunia/s-11575 yang diakses 24 juli 2014).

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memimpin penggalangan bantuan internasional bagi Filipina yang hancur akibat diterjang salah satu badai paling parah yang pernah ada di muka bumi. PBB siap mengajukan ratusan juta dollar dana bantuan kemanusiaan untuk korban badai Filipina, yang disebut terburuk yang pernah terjadi di muka bumi.

Topan super Haiyan menghantam kepulauan yang terletak di tengah negara itu, meninggalkan paling sedikit 10.000 orang tewas sementara 660.000 lainnya kehilangan rumah, demikian perkiraan PBB.

Bantuan dunia.
Amerika mengirim kapal induk USS George Washington, dengan 5.000 pelaut dan lebih dari 80 pesawat untuk membantu korban di Filipina. Inggris meningkatkan bantuannya hingga 10 juta poundsterling. Kapal perusak HMS Daring, akan berlayar menuju Filipina dari pangkalannya di Singapura, untuk bergabung dengan pesawat angkut Royal Air Force C-17.

Bantuan tetangga.
Pemerintah Australia menjanjikan dana bantuan 9,38 juta euro, dengan tim medis dipersiapkan untuk berangkat pada Rabu ini. Tokyo mengatakan bakal memasok dana 10 juta euro dalam bentuk hibah untuk membantu para pengungsi dengan tenda-tenda darurat dan berbagai bantuan lainnya. Sementara itu, Indonesia negara tetangga yang juga sering terkena bencana alam, menjanjikan bantuan tunai 2 juta euro serta alat-alat darurat, dengan sebuah pesawat Hercules disiapkan membawa bantuan makanan, obat-obatan dan pembersih air dan pembangkit listrik. (sumber: dikutip dengan adaptasi seperlunya dari www.dw.de/rubriks/dunia/s-11575 yang diakses 24 juli 2014)

Setelah membaca berita tersebut, coba rumuskan beberapa pertanyaan yang muncul dalam dirimu terkait dengan pemahaman akan diri kita sebagai warga dunia, misalnya:
1.Bagaimana situasi warga dan wilayah yang terkena bencana di Filipina?
2.Mengapa banyak orang dari banyak negara membantu korban di Filipina?
3.Selain bencana alam, persoalan apa saja yang dihadapi masyarakat dunia?
4.Apa arti sebagai warga dunia?
5.Bagaimana umat kristiani menanggapi persoalan-persoalan dunia itu?

 

Mencari Jawaban !

Setelah merumuskan pertanyaan marilah kita mencari jawaban. Jawaban dapat dicari dengan mencari sumber-sumber bacaan di perpustakaan, internet atau wawancara pada orang-orang yang mengetahui masalah tersebut. Uraian berikut merupakan salah satu alternatif untuk menjawab pertanyaan. Marilah kita baca uraian singkat tentang keprihatinan- keprihatinan dunia serta hubungan antar bangsa ASEAN berikut!

1)Keprihatinan-keprihatinan dunia Manusia dengan otaknya mampu menguasai berbagai ilmu. Dengan berbagai ilmu itu kemudian manusia menciptakan teknologi. Dengan teknologi hidup manusia dipermudah. Misalnya, dengan gergaji mesin manusia dengan mudah dapat menebang pohon- pohon besar di hutan. Dengan teknologi manusia dengan mudah mengeruk bahan-bahan tambang, seperti emas, besi, gas, minyak, dan sebagainya. Dengan teknologi manusia menciptakan pabrik-pabrik untuk membuat makanan, pakaian, peralatan-peralatan hidup dan sebagainya. Dengan teknologi terutama teknologi komunikasi manusia dengan mudah terhubungan dengan manusia lain dan mendapatkan informasi dari seluruh dunia.

Dengan teknologi manusia mendapatkan kemakmuran dan kemudahan. Namun kemakmuran dan kemudahan itu belum dinikmati semua orang di seluruh dunia. Ada sebagian orang berlimpah makanan dan pakaian, namun ada orang-orang yang sangat sulit untuk mendapatkan makanan dan pakaian.

Kemudahan hubungan satu dengan yang lain dapat membantu manusia untuk hidup tolong menolong. Ketika terjadi bencana alam, berkat informasi yang cepat, segera warga dunia turut membantu mengatasi bencana tersebut. Misalnya bencana angin taufan yang melanda Filipina, bencana tsunami di Aceh, gempa bumi di Yogyakarta, dan sebagainya segera mendapat penanganan dan bantuan.

Namun kemudahan hubungan itu membawa serta akibat negatif pula, misalnya krisis ekonomi satu negara dapat menyebar dan berpengaruh pada negara lain, terutama negara-negara yang secara ekonomi kuat. Misalnya krisis keuangan di Amerika serikat pada tahun 2009, dengan cepat membuat negara-negara lain, yang memiliki hubungan dagang dengan Amerika mengalami krisis juga, karena perdagangan mereka menggunakan mata uang Amerika Serikat.

Terkait dengan lingkungan hidup, teknologi membawa keprihatinan- keprihatinan seperti: bertambahnya penduduk bumi yang sangat cepat, pencemaran air dan udara, perubahan cuaca, pembabatan hutan, dan punahnya berbagai hewan dan tumbuhan.
Pada tahun 1 masehi setiap 1 mil persegi hanya dihuni 6 orang, pada tahun 2000 setiap 1 mil persegi sudah dihuni 125 orang. Penduduk bumi sekarang ini sudah lebih dari 6 milyar orang. Manusia yang sedemikian banyak itu sebagian besar bergaya hidup konsumtif. Gaya hidup konsumtif membawa akibat kerusakan lingkungan.

Banyak negara terutama kota-kota besar sudah mengalami kekurangan air bersih dan mengalami polusi udara di atas ambang batas. Polusi udara yang berlebihan disadari menyebabkan perubahan cuaca dan pemanasan global. Pemanasan global berpengaruh terhadap kemunculan berbagai penyakit, seperti malaria. Pemanasan global berakibat juga pada kekeringan, kebakaran hutan dan banjir yang membawa dampak erosi lapisan tanah subur.

Penggunaan pestisida untuk pertanian pada umumnya telah merusak sebagian besar ekosistem dan kesuburan tanah. Kerusakan ekosistem berdampak pada kelestarian lingkungan hidup dan keanekaragaman hayati. Banyak hewan dan tumbuhan mati karena kerusakan ekosistem.

Krisis udara bersih dan polusi udara juga diakibatkan karena penebangan hutan yang tidak terkendali dan perubahan fungsi hutan. Hutan alami yang beraneka ragam diubah menjadi hutan produksi seperti sawit dan karet. Berkurangnya luas hutan berakibat menipisnya cadangan udara bersih.

Kerusakan hutan mengakibatkan ekosistem hancur, sehingga membuat air dan udara berkurang. Tanpa air dan udara yang bersih manusia tidak akan dapat hidup sehat. Menjaga ekosistem, melestarikan hutan, membuat cadangan air dan udara bersih terjaga. Menebang pohon tanpa menanam kembali akan menambah udara kotor dan mengurangi cadangan air tanah. Menanam pohon berarti memproduksi udara bersih dan menambah cadangan air tanah. Air dan udara bersih menjaga hidup manusia (disadur dari Robert Athickal SJ, Planet to heal, tarumitra@vsnl.com)
2)Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN)
Perhimpunan bangsa-bangsa Asia Tenggara yang dalam bahasa Inggris disingkat ASEAN merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di wilayah Asia Tenggara. Organisasi ini didirikan di Bangkok, Thailand 8 Agustus 1967. Organisasi Asean didirikan oleh negara-negara: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Isi Deklarasi Bangkok ialah:
1.Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
2.Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional.
3.Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, dan teknik.
4.Memelihara kerjasama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada.
5.Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara.

Anggota ASEAN saat ini selain 5 negara yang disebutkan di atas adalah Brunai Darussalam, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Laos.

 

Dengan membaca uraian tersebut di atas apakah pertanyaan- pertanyaanmu di depan sudah terjawab? Coba rumuskan jawabanmu atas pertanyaan-pertanyaanmu tersebut!

1) Bagaimana situasi warga dan wilayah yang terkena bencana di Filipina?

2) Mengapa banyak orang dari banyak negara membantu korban di Filipina?

3) Apa sajayang dapat saling mempengaruhi pada keadaan seluruh dunia?

4) Apa yang dapat dipelajari dari hal-hal yang saling mempengaruhi itu?

 

Rangkuman !

Bencana alam di Filipina merupakan salah satu persoalan warga dunia.
Persoalan-persoalan dunia yang lain, ialah: bertambahnya penduduk bumi yang sangat cepat, pencemaran air dan udara, perubahan cuaca, pembabatan hutan, punahnya berbagai hewan dan tumbuhan, dan lain- lain.

Semua orang di dunia ini menjadi satu kesatuan yang diikat oleh satu tempat yakni dunia atau Bumi. Itulah arti warga dunia. Ikatan itu berarti apa yang terjadi pada bumi, baik positif atau negatif, akan berakibat pada semua manusia. Bencana di satu tempat akan menggerakkan orang di tempat yang lain untuk menolong. Kemajuan di satu tempat akan berdampak pula bagi orang-orang di tempat lain. Perang di satu tempat akan berpengaruh juga pada orang-orang di tempat lain.

Perhimpunan bangsa-bangsa dibentuk untuk saling membantu mengatasi masalah bangsa masing-masing, juga mengatasi masalah bersama. Sebagaimana masyarakat ASEAN dan perhimpunan bangsa- bangsa yang lain, setiap warga dunia juga perlu bekerja sama untuk mengatasi persoalan yang ada. Betapapun kecilnya perbuatan seseorang akan dapat berpengaruh pada keadaan dunia, seperti menanam pohon atau menebang pohon. Menebang pohon akan mengurangi pasokan oksigen. Menanam pohon akan menambah oksigen pada bumi.

Kita harus ikut ambil bagian untuk mengatasi masalah-masalah dunia baik langsung maupun tidak langsung. Terlibat secara langsung dapat dilakukan dengan menjadi anggota-anggota badan dunia, seperti palang merah, pecinta lingkungan, dan sebagainya. Keterlibatan tidak langsung dapat dilakukan dengan ambil bagian dalam pelestarian lingkungan seperti gerakan penghijauan dan kebersihan di lingkungan masing-masing. Itulah arti menjadi warga dunia.

 

Menemukan Ajaran Gereja sebagai Warga Dunia.

Bagaimana tanggapan Gereja atas permasalahan keterlibatan kita pada dunia? Untuk itu, bacalah Konstitusi pastoral tentang Gereja di dunia dewasa ini ‘Gaudium et Spes’ artikel 1 berikut:

Konstitusi Pastoral tentang Gereja di Dunia Dewasa ini.

“Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga. Tiada sesuatu pun yang sungguh manusiawi, yang tak bergema di hati mereka. Sebab persekutuan mereka terdiri dari orang-orang, yang dipersatukan dalam Kristus, dibimbing oleh Roh Kudus dalam peziarahan mereka menuju Kerajaan Bapa, dan telah menerima warta keselamatan untuk disampaikan kepada semua orang. Maka persekutuan mereka itu mengalami dirinya sungguh erat berhubungan dengan umat manusia serta sejarahnya.”

Dalam kelompok atau sendiri jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:
1)Bagaimanakah hubungan Gereja dengan orang-orang di seluruh dunia ini?
2)Bagaimanakah hubungan Gereja dengan orang-orang yang menderi- ta?
3)Berdasarkan hubungan itu, apa yang perlu dilakukan untuk dunia dan warga dunia ini?

Hubungan Gereja dan warga di seluruh dunia ini sangat erat. Hal ini digambarkan dengan kalimat: kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang, terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga.
Hubungan erat itu teristimewa dengan mereka yang menderita, sebagaimana digambarkan pada kalimat yang sama.
Kalau bumi dan warga bumi menderita, Gereja juga ikut menderita.
Kalau bumi dan warga bumi bergembira, Gereja juga ikut bergembira.

Gereja selalu ambil bagian apa yang dialami warga bumi ini, terutama bagi yang menderita. Ambil bagian berarti membantu mengatasi penderitaan. Jika bumi mengalami kerusakan, Gereja bersama seluruh warga dunia, membantu mengatasi kerusakan alam, dan sebagainya.

Dengan demikian kita perlu menyadari bahwa kita bersama semua orang di dunia ini sama-sama menghuni bumi. Keadaan bumi mengikat hidup semua orang. Bumi yang dalam keadaan baik akan membuat penghuninya sehat. Bumi yang rusak akan membuat warganya tidak sehat. Kebersamaan hidup di dunia ini mengikat kita untuk melakukan sesuatu yang baik bagi hidup bersama. Kita adalah warga dunia. Kebersamaan hidup di dunia ini akan mempengaruhi kita dan sebaliknya kitapun ikut
andil bagi baik dan jeleknya kebersamaan di dunia ini.

Beberapa pengetahuan tentang aku sebagai warga dunia telah kita pelajari. Demikian juga ajaran Gereja tentang bagaimana kita harus terlibat dalam kehidupan bersama dalam dunia ini, khususnya bagi yang miskin dan menderita. Agar berbagai pengetahuan tersebut membantu perkembangan iman dan hidup kita, marilah kita resapkan segala pengetahuan itu dalam hati, dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:
1)Sejauh mana hati saya tergerak mengetahui persoalan-persoalan yang melanda bumi ini?
2)Sejauh mana saya telah melaksanakan ajaran Gereja bahwa duka, kecemasan, dan harapan dunia merupakan duka, kecemasan, dan harapan saya?
3)Niat-niat apa yang akan saya lakukan sebagai warga dunia?
Susunlah hasil refleksimu sesuai dengan kemampuan yang kamu miliki, dalam bentuk doa, puisi, syair, gambar, dan sebagainya.