2-J. Roh Kudus Menguatkan Hati Para Rasul

SD Kelas 5 Bab 2-J. Roh Kudus Menguatkan Hati Para Rasul.

 

1, Pendahuluan.

Para murid Yesus merasa harapannya pupus ketika Yesus wafat disalib. Namun ketika mendengar bahwa Yesus bangkit, mereka menjadi bersemangat lagi. Meskipun sembunyi-sembunyi, mereka senantiasa berkumpul. Yesus meminta para murid untuk menunggu sampai diperlengkapi dengan kekuatan dari yang Mahatinggi.

Ketika tiba hari yang dijanjikan, maka mereka menerima Roh Kudus sebagaimana dikisahkan dalam Kisah para rasul 2 ayat 1-15. Roh Kudus hadir dengan berbagai lambang, bunyi seperti tiupan angin, lidah-lidah seperti nyala api, dan saling kesepahaman meskipun mereka berbeda bahasa. Dengan kehadiran Roh Kudus, para rasul yang semula takut, menjadi berani untuk memberikan kesaksian akan Yesus.

 

Doa

Al-lah Bapa yang Mahabaik, kami mengucap syukur
atas rahmat-Mu sehingga kami dapat berkumpul di kelas ini.
Kami mau belajar bagaimana para Rasul-Mu Kau penuhi dengan Roh Kudus sehingga mereka bersedia menjadi saksi-Mu.
Terangilah kami agar kami dapat mengembangkan diri menjadi saksi-Mu. Amin.

 

2, Mengamati dan Mendalami Kitab Suci  Lukas 24 ayat  13-14;  Yohanes 20 ayat  19; 21 ayat 1-3 dilanjutkan Kisah Para Rasul 2 ayat 1-15; 22-24;32-33.

Setelah Yesus wafat, para murid menjadi ketakutan. Mereka mulai kembali ke kampung halaman. Namun mendengar bahwa Yesus bangkit, para murid mulai berkumpul kembali di Yerusalem meskipun secara sembunyi-sembunyi. Bagaimana keadaan itu digambarkan marilah kita baca beberapa kutipan kitab suci berikut:

Lukas 24 ayat 13-14.

Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.

Yohanes 20 ayat 19.

Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

Yohanes 21 ayat 1-3.

Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai Danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut. Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.

Kisah Para Rasul 2 ayat 1-15, ayat 22-24, ayat 32-33.

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi se-luruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.

Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Al-lah.”

Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?” Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.” Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan.

Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Al-lah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Al-lah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu.

Dia yang diserahkan Al-lah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Al-lah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

Yesus inilah yang dibangkitkan Al-lah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Al-lah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.

 

3, Mengungkapkan Pertanyaan.

a, Menyusun pertanyaan pribadi

Setelah membaca beberapa kutipan Kitab Suci di atas, susunlah pertanyaan berkaitan dengan kejadian-kejadian yang diceritakan dalam kitab suci tersebut, misalnya:

1) Apa yang dialami para Rasul Yesus setelah Yesus wafat?
2) Mengapa mereka kembali ke kampung halaman dan menjalankan pekerjaan seperti semula?
3) Mengapa mereka takut pada bangsa Yahudi?
4) Bagaimana peristiwa turun-Nya Roh Kudus atas para Rasul?
5) Apa arti bunyi seperti tiupan angin, lidah-lidah seperti nyala api, dan berbicara dalam berbagai bahasa?
6) Lambang-lambang lain apa yang digunakan untuk menggambarkan Roh Kudus?
7) Bagaimana para Rasul menjadi berani?

b, Menyusun pertanyaan bersama.

Setelah menyusun pertanyaan pribadi, diskusikan pertanyaanmu dengan pertanyaan temanmu sekelas. Bersama teman-teman sekelas, pilihlah pertanyaan pokok untuk dipelajari bersama.

 

4, Membaca Referensi atau Bertanya pada Pastor.

Setelah pertanyaan bersama disusun, carilah jawabannya dengan membaca buku. Misalnya: buku Ensiklopedi Gereja, Ensiklopedi Perjanjian Baru. Dapat juga bertanya pada Pastor atau pemuka umat.

Jawaban yang kamu peroleh selanjutnya dapat didiskusikan dengan teman. Adakah jawaban yang sama atau yang berbeda? Jawaban yang berbeda manakah yang dapat di-terima. Jawaban hasil pembicaraan bersama selanjutnya dapat kamu rangkum.

Beberapa catatan tambahan:

Yesus sangat diharapkan oleh para murid-Nya menjadi penguasa. Meskipun Yesus berkali-kali mengingatkan bahwa kedatangan Yesus bukan untuk menjadi penguasa, namun para murid tetap berharap akan hal itu. Maka ketika Yesus ditangkap, diadili, dan dihukum salib hingga wafat, para murid kembali ke kampung asalnya. Dua murid pulang ke Emaus, Petrus kembali menjala ikan sebagaimana yang ia lakukan sebelum mengikuti Yesus.

Berita kebangkitan Yesus mengejutkan mereka. Mereka berkumpul kembali. Meskipun demikian, mereka berkumpul dalam suasana takut pada bangsa Yahudi yang bermaksud menghentikan gerakan kenabian Yesus. Para pengikut Yesus dikejar dan ditangkap untuk dijatuhi hukuman.

Ketika para murid sedang berkumpul, mendadak mereka mendengar bunyi seperti tiupan angin, dan melihat lidah-lidah seperti nyala api, dan bahasa mereka pun mampu dipahami oleh banyak orang yang berbahasa berbeda.

Itulah karya Roh Kudus. Angin, udara dihirup ketika orang bernafas. Menghirup udara berarti menghirup kehidupan. Angin, udara melambangkan kehidupan. Adam dibentuk dari debu tanah lalu diberi nafas oleh Al-lah hingga menjadi hidup. Roh Kudus sang pemberi kehidupan. Api lambang semangat. Roh Kudus memberi semangat pada para rasul untuk berani bersaksi akan peristiwa wafat dan kebangkitan Yesus.

Pemahaman akan berbagai bahasa, melambangkan bahwa Roh Kudus adalah Roh Pemersatu. Hal ini berlawanan dengan kesombongan manusia dalam kisah menara Babel sehingga Al-lah menceraiberaikan mereka dengan berbagai bahasa. Dengan Roh Kudus, orang-orang yang tercerai berai itu bersatu kembali.

Roh Kudus juga dilambangkan dengan air, palm (jari tangan), krisma, dan sebagainya. Masing-masing lambang mengungkapkan peran Roh Kudus, sebagaimana telah dilaporkan dalam pleno.

Sebagaimana dikatakan Yesus, Roh Kudus pun akan mengingatkan segala hal yang dikatakan dan dilakukan Yesus, dan mengajarkan sesuatu yang akan datang. Dengan kehadiran Roh Kudus karya keselamatan Al-lah tidak berakhir dengan wafat Yesus, melainkan berlanjut dengan kehadiran Roh Kudus hingga akhir zaman.

 

5,  Menemukan Jejak Roh Kudus dalam Kehidupan Gereja.

a) Mencari peristiwa yang menampakkan karya Roh Kudus secara berkelompok. Roh kudus dilambangkan dengan bermacam-macam lambang yang menampilkan peran Roh Kudus, misalnya angin sebagai tanda bahwa Roh Kudus berperan memberi hidup, api sebagai tanda menyemangati, memahami bahasa satu dan yang lain sebagai tanda persatuan, dsb.

Sehubungan dengan tanda-tanda tersebut, temukan jejak-jejak karya Roh Kudus dalam lingkup Gereja secara berkelompok tiga atau empat orang.

b) Mendiskusikan hasil kerja kelompok.

Setelah menemukan secara berkelompok peristiwa tentang karya Roh Kudus, diskusikanlah hasil kerja kelompokmu itu di kelas. Setelah memperhatikan seluruh hasil diskusi kelompok selanjutnya, buatlah rangkuman mengenai karya Roh Kudus dalam kehidupan Gereja.

 

Untuk Diingat !

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.

 

6,  Refleksi dan Aksi.

– Bacalah kembali rangkuman jawaban hasil diskusi mengenai peran Roh Kudus pada para Rasul.
– Bacalah kembali rangkuman hasil temuan jejak Roh Kudus dalam Gereja maupun masyarakat.
– Coba ingat-ingat pengalamanmu: sejauh mana kamu merasakan karya Roh Kudus itu.
– Sebagai orang kristiani, coba resapkan kisah turun-Nya Roh Kudus pada para Rasul itu. Tulislah niat-niat yang muncul dalam hatimu sebagai tanggapan atas karya Roh Kudus dalam hidupmu.

Tulislah hasil refleksimu dalam bentuk puisi, syair, gambar, pantun, uraian, atau doa.

 

7,  Evaluasi.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:

a) Apa yang dilakukan para murid Yesus setelah Yesus wafat?
b) Bagaimana reaksi murid Yesus ketika mendengar dan manyaksikan kebangkitan Yesus?
c) Bagaimana kisah turunnya Roh Kudus pada para Rasul?
d) Bagaimana situasi para Rasul setelah menerima Roh Kudus?
e) Berdasarkan lambang-lambang yang dikenakan pada Roh Kudus, jelaskan apa peran Roh Kudus!
f) Bagaimana makna kisah turunnya Roh Kudus pada para Rasul bermakna bagi kehidupanmu?

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *